首頁 / Young Adult / Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis / Chapter 9 =Mengajari Si Tukang Bully=

分享

Chapter 9 =Mengajari Si Tukang Bully=

作者: daydreammm_ms
last update publish date: 2026-06-20 21:02:15

"Loh? Apa ini?!"

Ridhika menyaksikan Adishra yang kalang kabut berlari menuju belakang panggung dengan tatapan dingin. Jika dia tidak tahu, maka dia akan dengan mudah percaya bahwa gadis itu sedang panik, mencoba menghentikan video yang tidak semestinya diputar itu. Namun, menilik bagaimana microphone Adishra masih menyala, membiarkan semua orang mendengar setiap keluhan dan teguran si gadis pada panitia lain, Ridhika yakin betul, Adishra adalah dalang di balik peristiwa tersebut.

"Aduh, Saya m
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 16 =Siapa Saja Yang Sudah Tahu?=

    Sudah untuk kesekian kalinya Ridhika membolak-balikkan halaman contoh laporan yang diberikan oleh Ibu Binar. Akan tetapi, berapa kali pun dia membacanya, Ridhika masih belum paham mengapa hal-hal seperti kebaikan hati harus dilaporkan. Kemudian, dia ingat bahwa dia berada di Akademi yang mencetak peran, bukan manusia. Tentu mereka memerlukan bukti untuk melihat keberhasilan siswa dan siswinya. Hanya saja ... tetap canggung. "Sulit, ya?" Widuri duduk berselonjor di sampingnya seraya ikut memperhatikan laporan tersebut."Membuat laporannya, tidak. Mencari orang yang bisa diberikan kebaikan, iya.""Hm, begitu. Lagipula, kenapa sih kamu harus absen di tengah jam belajar?""Kalau bisa, aku juga tidak mau begitu. Tapi, Adhyaksa memanggil. Jadi, mau bagaimana lagi?"Ridhika mengetukkan jarinya pada halaman laporan yang mencantumkan keterangan dari orang yang dibantu mengenai kebaikan yang diterimanya. Tiba-tiba tubuhnya merinding. Entahlah! Dia tidak tahu banyak tentang hal ini, namun buka

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 15 =Tugas Tambahan=

    "Kau takut terinjak tulang?" Tanya Bagastya. Seulas senyum jahil bertengger di wajahnya."Tidak.""Lalu, kenapa kau menempel denganku? Mulai suka?"Ridhika mendelik, lantas mengambil beberapa langkah menjauh dari Bagastya. Akan tetapi naas, baru di langkah kedua dia sudah mendengar suara retakan yang familiar. Alhasil, secara spontan dia melompat mundur, kembali menempel ke sisi pria tersebut.Akibatnya, ketika Bagastya menertawakannya, dia hanya bisa cemberut sambil menahan malu."Bisa cepat sedikit tidak jalannya?" Keluhnya, mencoba mengalihkan agar tidak semakin kehilangan muka. "Aku harus mampir ke kantor Guru.""Sabar. Aku juga baru pertama kali melewati tempat ini tanpa dipandu."Ridhika berjinjit dari balik tubuh Bagastya, menerka-nerka masih seberapa jauh mereka dari ujung lorong. Dalam hati, dia merutuki mengapa ruangan Adhyaksa harus dilindungi dengan tempat seperti ini. Padahal, masih ada cara yang lebih normal seperti menggunakan pagar listrik atau anjing gila, mungkin?"J

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 14 =Panggilan Adhyaksa=

    "Keluarga Saya ya, Bu?" Ridhika tersenyum canggung, berusaha menutupi kegugupannya. Dia buru-buru memutar otak. Mengingat-ingat setiap klan keluarga protagonis yang biasa menutupi identitas anak-anaknya demi keamanan. Mungkin dia bisa mengaku sebagai anggota keluarga itu? Toh, tidak akan ada yang tahu.Dia mengangguk mantap, menyetujui ide tersebut, lantas kembali menatap Ibu Binar, "Keluarga Saya-""Permisi, Saya diminta menjemput Ridhika Maya."Semua mata yang tadinya sedang menunggu-nunggu jawaban, kini sedang berpindah fokus pada seorang wanita bertubuh jangkung yang sedang berdiri di ambang pintu. Mel."Iya. Ada apa?" Sahut Ibu Binar terlebih dahulu."Adhyaksa ingin bicara dengannya tentang pasangan yang sudah dipilihkan Yukma Nirnayakagnih kemarin."Ibu Binar mengangguk singkat, lantas berbalik ke arah Ridhika yang sedang membeku di kursinya."Ridhika, kamu boleh ikut dengan Mel. Jika sudah selesai, silakan datang ke kantor Guru. Ibu akan berikan tugas tambahan untuk mengganti

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 13 =Kelas Kebaikan Hati=

    "Wah, Ridhi. Hari ini pun kamu masih kecantikan nomor 1 di Akademi," puji Widuri dengan ekspresi bangga. "Kalau begini terus, sepertinya kamu akan punya banyak waktu untuk jalan-jalan di luar."Ridhika menengadah, menatap layar raksasa yang sekali lagi menampilkan wajahnya. Dia baru saja mendapatkan 100 poin lainnya. Widuri benar. Kalau dia bisa mempertahankan ranking kecantikan, maka mungkin dia bisa mengumpulkan cukup poin untuk pulang ke rumah selama beberapa hari. Itu ... kalau dia diizinkan untuk pulang."Apa ada batasan untuk jalan-jalan di luar itu? Atau kita boleh kemana saja?""Setahuku tidak ada batasan tertentu. Kita cuma harus melaporkan kepergian saja." Widuri menoleh ke arah Ridhika. "Kamu mau pulang, ya?" Tanyanya pelan.Ridhika hanya membalas dengan senyuman kecil dan anggukan. "Aku akan coba cari tahu nanti, ya.""Baiklah. Terima kasih, Widuri.""Tidak masalah." Widuri menggandeng lengan Ridhika, kali ini dengan ekspresi jahil. "Omong-omong, bagaimana kabar si Bagast

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 12 =Makan Malam Ribut=

    "Kita tetap bisa akur bahkan dari jauh, Bagastya," ujar Ridhika dengan suara rendah. Masih mencoba menekan rasa kesalnya.Namun, alih-alih menangkap maksudnya bahwa dia tidak nyaman pria itu berdiam terlalu dekat, Bagastya malah tertawa kecil. Seolah menganggap apa yang dikatakannya barusan itu adalah sebuah lelucon."Bagaimana bisa menunjukkan keakuran kalau kita berjauhan, hah?" Bagastya menarik sandaran kursi dari tangan Ridhika. Langsung duduk tanpa peduli apa-apa lagi. "Bodoh," gumamnya sambil masih terkekeh.Ridhika terbelalak. Tidak habis pikir. Bisa-bisanya pria itu mengatainya bodoh! "Ridhika, sudahlah." Amayra melerai dengan suara takut-takut. "Orang-orang sudah mulai memperhatikan. Nanti malah ribut lagi.""Tapi, kan kita mau duduk berdua di sini." Ridhika mengusap wajahnya frustasi."Kalian masih bisa duduk berdua. Si culun duduk di sini." Bagastya menunjuk kursi kosong di sebelahnya. "Dan kau, duduk di sini," sambungnya sambil menepuk paha dengan ekspresi jahil."Diam ka

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 11 =Pasangan Yang Menyalahi Takdir?=

    "Apa-apaan ini?! Tadi video tidak jelas asalnya dan sekarang protagonis dipasangkan dengan antagonis!" Teriak salah seorang Guru dengan nada geram. "Bagaimana sih sistem keamanan yang diterapkan panitia acara?!"Seperti halnya tadi pagi acara dimulai dengan kehebohan, sekarang sepertinya juga akan ditutup dengan cara demikian. Namun, kali ini lebih berisik dan lebih penuh penghakiman.Para panitia yang mengatur jalannya acara dari balik panggung teater satu-persatu berhamburan keluar. Mencoba menenangkan semua orang, sekaligus menjelaskan bahwa mereka tidak tahu-menahu mengapa Yukma Nirnayakagnih bisa memasangkan dua orang dari "kasta" yang berbeda.Di sisi lain, Ridhika yang sekali lagi menjadi pusat perhatian untuk alasan yang tidak biasa justru sedang tenggelam di dunianya sendiri. Seolah dipaku di tempat, dia hanya bisa menatap ke arah si pria luka melintang yang tengah berjalan ke arahnya.Bagastya Dewa.Nama itu terus terngiang seperti mantra yang terasa cukup kuat untuk bisa me

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 5 = Sekilas Para Protagonis Wanita =

    Sehabis mendengar perkataan Mel tentang perintah Adhyaksa agar tidak boleh ada yang mengetahui tentang identitas awalnya, Ridhika tidak bisa berhenti memikirkan kembali kebutuhannya untuk tetap merasa bebas. Mel yang berjalan di depannya juga tidak bicara apa-apa lagi. Pada titik tertentu, Ridhika

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 8 =Masa Orientasi=

    "Ridhi! Kamu dapat tambahan 100 poin!"Ridhika merasakan tangan Widuri mengguncang-guncang tubuhnya dengan girang. Gadis itu tampaknya sangat gembira melihat wajah Ridhika yang terpampang di layar besar. Sementara si pemilik wajah itu sendiri malah mematung di tempat.Karena seruan Widuri yang cuku

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 7 =Ranking Kecantikan=

    Sejak pagi buta, Griya Nayika sudah riuh oleh berbagai macam suara. Mulai dari perbincangan para siswi yang berlalu-lalang, troli pengantaran sarapan, hingga pengumuman berita harian Akademi. Kombinasi semua yang membuat Ridhika sulit untuk tidak segera ikut memulai hari.Keadaan di luar jendela ma

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 6 = Ratu Griya Nayika? =

    "Widuri, keluarkan orang aneh ini sekarang juga dari sini!" Seru si gadis dengan suara nyaring, meskipun perkataannya ditujukan pada Widuri, matanya tidak lepas menatap Ridhika dengan tajam. "Apa yang pernah kubilang soal membawa masuk siswi rendahan ke Griya Nayika? Otakmu sudah tidak bekerja atau

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status