"Baguslah kalau emang begitu hasilnya, Pak Herman, aku juga ikut senang mendengarnya," ujar Teja sembari menganggukkan kepalanya dengan santai.Tak ingin kalah saing dengan tindakan yang pernah dilakukan oleh Sanjaya, Herman segera merogoh kantong sakunya dan mengeluarkan sebuah lencana emas berlogo kepalan tangan yang tampak berkilau."Master Teja, ini adalah lencana khusus tertinggi dari Perguruan Bela Diri Tinju Sakti, dan dengan ini aku, Herman, selaku pemimpin tertinggi secara resmi memberikan gelar penasihat kehormatan kepadamu, sama persis seperti yang diberikan oleh Sanjaya dari Perguruan Silat Teratai Kembar," ucap Herman dengan penuh rasa hormat.Teja tersenyum tipis dan langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Oke, aku terima lencana emas ini. Tap, tujuanku menerima ini bukan buat ajang kesombonganku ya, melainkan buat mengembalikan lagi hubungan baik antara Perguruan Teratai Kembar dan Tinju Sakti."Sanjaya dan Wiryo yang menyaksikan hal itu seketika merasa sangat k
더 보기