Share

Bab 8 Lelah

Author: Qin Mecca
last update publish date: 2026-06-03 20:49:46

Aurora buru-buru mengaitkan kembali branya, tidak ingin membuat Leon semakin murka. Ia menghadap Leon dan mulai menaruh tangannya di karet celananya.

Dengan ragu-ragu, ia mulai menurunkan celananya. Aurora merasa bersyukur karena masih memakai celana ketat pendek di balik celana seragamnya, jadi ia tidak perlu terlihat hanya memakai dalaman.

Aurora segera menundukkan kepalanya ketika celananya sudah terbuka semua. Ia tidak berani mengintip Leon yang berlutut di depannya, kini sedang menekuri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Marimar
leon kok kalau ngomong sama Rora kok tajem trus sih kata katanya
goodnovel comment avatar
Ayruw
hayo looo.. Leon bikin anak orang nangis.. tanggungjawab jawab lho on..
goodnovel comment avatar
BunNa
big hug Aurora
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 61 Setelah Akad, Sebelum Luka

    Ijab kabul tidak membutuhkan gedung mewah untuk menjadi sah. Di sebuah ruangan sederhana di KUA, Leon dan Aurora duduk berdampingan di hadapan penghulu dengan keluarga serta beberapa kerabat dekat sebagai saksi. Tidak ada pesta besar, tidak ada sorotan kamera, hanya suasana khidmat yang membuat keduanya sadar bahwa setelah semua kekacauan yang mereka lewati, akhirnya hubungan itu memiliki ikatan yang sah. Aurora duduk tenang dengan wajah sedikit tegang. Di sampingnya, Leon terlihat jauh lebih serius daripada biasanya. Penghulu menyampaikan nasihat singkat sebelum wali hakim memulai akad. Leon menarik napas, kemudian menjawab ijab dengan suara mantap tanpa keraguan. "Qabiltu nikahaha wa tazwijaha..." Setelah saksi menyatakan sah, suasana langsung berubah hangat. Ibu Leon mengusap air mata, ayahnya tersenyum bangga, sementara Florina yang hadir sebagai salah satu kerabat dekat Aurora segera memeluknya. "Selamat, sekarang tidak ada lagi yang boleh menyebut kalian pasangan tanpa st

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 60 Aib Yang Terbuka

    Di rumah sakit, satu kabar bisa berpindah lebih cepat daripada roda brankar menuju ruang operasi. Begitu seorang pasien dipanggil, beberapa detik kemudian namanya sudah terdengar di meja perawat; begitu seorang dokter keluar dari ruang tindakan, pertanyaan mengenai kondisinya segera menyebar dari satu ruangan ke ruangan lain. Karena itu, Leon selalu tahu bahwa rahasia sebesar apa pun pada akhirnya akan sulit disimpan, terlebih jika menyangkut dua orang yang hampir setiap hari terlihat bersama. Namun pagi itu, yang memenuhi pikiran Leon bukanlah pasien, bukan pula operasi yang sudah menunggunya. Melainkan Aurora. Perempuan yang kini membawa kehidupan kecil di dalam tubuhnya. Leon berdiri di depan jendela ruang dokter sambil menatap halaman rumah sakit. Tangannya masih menggenggam hasil pemeriksaan Aurora, sementara pikirannya berputar pada satu kenyataan yang baru benar-benar mereka sadari. Mereka akan memiliki seorang anak. Kabar itu seharusnya menjadi kebahagiaan. Tetapi di b

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 59 Kabar baik ditengah prahara

    Bunyi monitor pemeriksaan terdengar teratur di ruangan kecil itu, berbanding terbalik dengan jantung Leon yang sejak beberapa menit lalu tidak mau mengikuti ritme yang sama. Dokter yang biasanya mampu berdiri tenang di tengah operasi paling rumit kini justru mondar-mandir di depan pintu, sesekali melihat jam, kemudian kembali menatap layar hasil pemeriksaan Aurora.Aurora memperhatikannya dari atas tempat tidur."Leon, duduklah.""Aku baik-baik saja.""Kamu sudah berjalan dari tadi."Leon berhenti."Karena hasilnya belum keluar."Aurora tersenyum tipis. "Kamu dokter, bukan orang yang bisa memaksa hasil pemeriksaan keluar lebih cepat.""Aku tahu.""Tapi?""Aku tetap tidak suka menunggu."Aurora tertawa kecil."Dokter galak ternyata gugup."Leon menatapnya."Aku gugup karena kamu."Jawaban itu membuat Aurora terdiam.Leon mendekat lalu berdiri di samping tempat tidurnya. Tangannya meraih jemari Aurora dan menggenggamnya erat."Seharusnya aku lebih memperhatikan keadaanmu.""Aku juga tid

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 58 Benang merah

    Kesibukan rumah sakit tidak pernah mengenal kata berhenti. Roda brankar terus melintasi koridor, monitor jantung berbunyi dari balik pintu ruang perawatan, perawat bergantian menerima laporan pasien, sementara dokter berpindah dari ruang pemeriksaan menuju ruang operasi tanpa sempat memikirkan jam kerja yang sudah melewati batas. Di tengah rutinitas itu, kehidupan Leon dan Aurora justru berjalan dengan cara yang berbeda. Mereka masih tinggal di rumah singgah yang disediakan rumah sakit. Tempat itu seharusnya hanya menjadi perlindungan sementara sampai ancaman terhadap mereka selesai, tetapi hari demi hari berlalu dan keduanya mulai terbiasa menjalani kehidupan bersama. Pagi mereka dimulai dengan kesibukan masing-masing. Leon menyiapkan perlengkapan kerja, Aurora memeriksa jadwal dinas, kemudian mereka berangkat bersama menuju rumah sakit. Sore atau malam hari, mereka pulang bersama. Tidak ada lagi kecanggungan seperti beberapa minggu sebelumnya. Aurora bahkan sudah terbiasa me

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 57 Nama Yang Selama Ini Disembunyikan

    Ruang arsip mendadak terasa lebih sempit setelah nama itu disebut. Tidak ada seorang pun yang langsung bicara. Bahkan suara pendingin ruangan terdengar lebih jelas daripada sebelumnya, sementara Aurora hanya mampu menatap pria di hadapannya dengan napas tertahan.Leon masih menggenggam tangan Aurora."Ulangi namanya."Pria itu menatap Leon tanpa gentar. "Viona Magnolia."Aurora membeku.Florina langsung menggeleng. "Tidak mungkin."Dimas menatap pria itu tajam. "Kamu yakin?""Aku tidak datang ke sini untuk menebak."Leon tetap diam. Tatapannya justru beralih kepada Aurora, seolah ingin memastikan perempuan itu baik-baik saja.Aurora akhirnya bersuara, "Viona memang pernah terlibat dalam masalah ini, tetapi dia sudah menerima hukuman. Dia bahkan tidak mungkin memiliki akses sebesar itu."Pria tersebut menggeleng."Viona bukan dalang utama."Leon langsung menatapnya."Barusan kamu menyebut namanya.""Karena dia bagian dari rantai itu. Dia menerima perintah, melakukan kesalahan, lalu men

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 56 Kesibukan dan Terungkap

    Pintu ruang operasi terbuka ketika brankar didorong masuk dengan kecepatan penuh. Bunyi roda yang beradu dengan lantai, instruksi perawat, suara monitor yang terus berbunyi, serta panggilan dokter dari berbagai ruangan membuat rumah sakit kembali menjadi tempat yang tidak pernah benar-benar tidur. Leon berdiri di tengah kesibukan itu dengan jas operasi masih melekat di tubuhnya. Baru beberapa menit lalu ia meninggalkan rumah singgah setelah menerima kabar mengenai pasien darurat, sementara persoalan orang yang datang mengetuk pintu rumah mereka tadi malam terpaksa ditinggalkan untuk sementara. Aurora berada di sisi meja operasi, mengenakan perlengkapan bedah lengkap. "Tekanan turun, Dok." Leon langsung menatap monitor. "Berapa?" "Delapan puluh lima per lima puluh." "Pantau terus. Jangan sampai turun lagi." Aurora menyerahkan instrumen yang diminta tanpa menunggu perintah kedua. "Ini." Leon menerimanya. "Bagus." Operasi berjalan cepat. Tidak ada ruang untuk membicarakan anca

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 5 Ketakutan

    Aurora menghela napas panjang sambil menatap pantulan dirinya di cermin kecil ruang ganti perawat.Wajahnya terlihat pucat. Ada lingkar hitam samar di bawah matanya akibat kurang tidur.Semalaman ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian tadi malam. Wajah Leon yang mengerikan terus memen

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 7 Pasrah

    “B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang ka

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 6 kamar 307

    Suara Leon terdengar rendah. Namun cukup membuat tubuh Aurora yang gemetar semakin membeku.“Sa-saya…” Suaranya pecah dan terhenti begitu saja. Kebingungan merangkai kata akibat syok dan ketakutan yang masih melanda dirinya.Leon menatap lamat sosok di depannya.Seragam perawat gadis itu terlihat k

  • Dokter Galak Itu Milikku    bab 1 Tatapan

    Aurora Lilian tidak pernah menyangka jika mantan pacarnya selama 3 tahun di universitas itu, kini menjadi kepala dokter bedah sekaligus atasannya di rumah sakit tempatnya bekerja.“Aku dengar, Dr. Leon Rosmarin dulu bekerja di cabang rumah sakit yang ada di luar negeri dan dia sangat terkenal di sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status