Beranda / Romansa / Dokter Galak Itu Milikku / bab 10 Viona Magnolia

Share

bab 10 Viona Magnolia

Penulis: Qin Mecca
last update Tanggal publikasi: 2026-06-08 19:12:13

Koridor lantai tiga mendadak sunyi.

Tatapan semua orang tertuju pada Viona.

Sementara itu, wajah wanita tersebut perlahan memucat.

"Aneh sekali."

Leon menyimpan ponselnya.

"Karena unggahan itu dibuat dari jaringan internal rumah sakit."

Viona tertawa kecil. "Itu tidak membuktikan apa-apa, Dokter."

"Tentu."

Leon mengangguk. "Saya juga tidak mengatakan Anda pelakunya."

Wajah Viona sedikit melunak. Namun hanya sesaat.

"Makanya saya sudah meminta tim IT melakukan penyelidikan lebih lanjut."

Jantung
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Marimar
viona licik ih
goodnovel comment avatar
Ayruw
tetap viona dalang nya.. entah dendam. pribadi atau ada yg nyuruh....
goodnovel comment avatar
BunNa
Viona licik juga. penasaran siapa bekingan nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 69 Cuti untuk Cinta

    Pintu ruang keamanan tertutup setelah staf administrasi yang membantu Rowan diamankan. Leon berdiri bersama Dimas dan Irish, sementara Aurora menunggu beberapa langkah dari mereka."Jadi benar Rowan?" tanya Dimas.Pria itu mengangguk gugup. "Saya hanya mengikuti perintahnya. Dia meminta saya mengambil data dari ruang server dan menghapus beberapa rekaman.""Untuk apa?" tanya Leon."Dia ingin mencari cara supaya bukti sebelumnya hilang. Katanya masih ada rekaman yang bisa membuktikan keterlibatannya."Leon mengembuskan napas."Di mana Rowan sekarang?""Di apartemennya."Dimas langsung mengambil ponsel."Kita laporkan kepada pihak berwenang."Leon mengangguk. "Dan jangan ada yang menyentuh server sebelum tim pemeriksa datang."Tidak lama kemudian, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Rekaman keamanan, akses sistem, percakapan Rowan dengan Aster, transaksi uang, serta kesaksian staf administrasi saling menguatkan.Aster akhirnya memberikan seluruh bukti yang selama ini disimpannya.

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 68 Di Balik Pintu Darurat

    Alarm darurat mendadak berbunyi di lantai tiga.Suara itu berbeda dari panggilan biasa. Panjang, berulang, dan membuat beberapa perawat langsung berlari menuju ruang tindakan."Pasien kritis!""Tekanan turun!""Dokter dipanggil!"Leon yang baru keluar dari ruang pemeriksaan langsung berbalik."Ada apa?"Seorang perawat menghampirinya dengan napas memburu."Dok, pasien korban erupsi yang baru dipindahkan dari ICU tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran. Saturasinya turun drastis."Leon langsung bergerak."Dimas, ikut saya. Irish, panggil tim anestesi.""Siap."Aurora yang berada di meja perawat ikut berdiri."Leon!"Leon menoleh."Jangan ikut.""Aku bisa membantu.""Di ruang tindakan, iya. Tapi kondisi tubuhmu belum sepenuhnya pulih.""Aku sudah—""Ora."Satu panggilan itu cukup membuat Aurora terdiam.Nada Leon bukan sedang marah.Ia sedang takut."Aku tidak melarangmu karena menganggapmu tidak mampu. Aku hanya tidak mau kamu memaksakan diri."Aurora menggenggam ujung seragamnya."Bai

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 67 Serangan Balik

    Bukti tidak pernah benar-benar diam.Ia hanya menunggu seseorang cukup teliti untuk menyatukan potongan-potongan yang sengaja dibuat berantakan.Di ruang rapat rumah sakit, beberapa berkas tersusun di atas meja. Leon duduk bersama Dimas, Irish, Florina, serta beberapa dokter senior yang ikut dalam pemeriksaan internal.Kali ini wajah Leon jauh lebih tenang.Tidak ada kemarahan.Tidak ada kepanikan.Justru ketenangan itu yang membuat Dimas yakin bahwa sahabatnya sudah menemukan sesuatu.Dimas meletakkan sebuah tablet di hadapan Leon."Ini rekaman akses sistem rumah sakit."Leon menatap layar."Jelaskan.""Catatan operasi yang dipermasalahkan memang berubah. Bukan pada saat operasi berlangsung, tetapi beberapa menit setelahnya."Irish menyandarkan tubuh ke kursi."Dan akun yang digunakan?"Dimas memperbesar layar."Akunnya milik dokter magang."Ruangan mendadak hening.Florina menatap Leon."Rowan?"Dimas mengangguk.Leon tidak langsung bicara. Ia hanya memperhatikan waktu akses yang te

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 66. Kesalahan

    Ruang operasi tidak pernah mengenal siapa yang paling berkuasa.Di balik pintu itu, gelar direktur, kekayaan keluarga, jabatan, bahkan nama besar rumah sakit seharusnya tidak memiliki arti apa pun. Yang ada hanya satu tujuan: menyelamatkan nyawa pasien.Pagi itu, Leon berdiri di depan ruang operasi dengan pakaian bedah lengkap. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya serius ketika membaca kembali hasil pemeriksaan pasien yang akan menjalani tindakan."Tekanan darah terakhir?""Sudah stabil, Dok.""Riwayat alergi?""Sudah dikonfirmasi kepada keluarga. Tidak ada alergi obat yang tercatat."Leon mengangguk. "Baik. Kita mulai sesuai prosedur."Dimas yang berada tidak jauh darinya memperhatikan Leon sekilas. "Kondisi pasien cukup berat, tapi peluangnya bagus kalau tindakan berjalan lancar."Leon mengangguk."Karena itu jangan ada satu pun yang bekerja berdasarkan asumsi."Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi semua orang di ruangan mengerti maksudnya.Leon memang dikenal galak.Ia ti

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 65 Terbakar Cemburu

    Suara sirene ambulans kembali memenuhi halaman rumah sakit. Debu vulkanik menempel pada pakaian para pasien yang datang dari wilayah terdampak erupsi, sebagian membawa luka akibat terkena material panas, sebagian lain mengalami sesak napas setelah terlalu lama menghirup abu, sementara keluarga mereka memenuhi lorong dengan wajah cemas dan tangan yang tak berhenti menggenggam tas berisi barang-barang seadanya.Bencana kembali membuat rumah sakit bekerja tanpa mengenal waktu.Leon baru saja selesai menangani seorang pasien ketika dari kejauhan ia melihat Aurora berdiri di antara beberapa pasien dan keluarganya. Perempuan itu mengenakan seragam perawat, rambutnya tertata rapi, wajahnya terlihat lelah tetapi tetap tenang ketika memberikan penjelasan kepada seorang ibu yang terus menangis karena anaknya harus mendapatkan perawatan."Bu, anak Ibu sudah ditangani. Lukanya memang cukup dalam, tetapi dokter sudah melakukan pembersihan dan penanganan awal. Sekarang kami pantau kondisinya secara

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 64 Galaknya Kebangetan

    Monitor jantung berbunyi teratur di salah satu ruang pemeriksaan, disusul suara roda troli yang melintas cepat di koridor. Rumah sakit kembali menjalankan kehidupannya seperti biasa, dan di tengah kesibukan itu Aurora akhirnya diperbolehkan mulai melakukan aktivitas ringan. Namun ada satu orang yang tampaknya belum menerima kabar tersebut dengan baik. Leon. "Jangan terlalu lama berdiri." Aurora yang baru keluar dari ruang perawat langsung menoleh. "Aku baru berdiri lima menit." "Lima menit cukup." "Aku hanya mengantarkan berkas." "Berikan kepada perawat lain." Aurora menatap suaminya dengan wajah tidak percaya. "Leon, aku ini perawat, bukan pasien yang harus dijaga setiap detik." Leon mengambil berkas dari tangannya. "Sekarang kamu memang bukan pasien, tetapi kamu baru selesai menjalani masa pemulihan." "Aku sudah mendapat izin melakukan aktivitas ringan." "Ringan, bukan berarti berlari dari satu ruangan ke ruangan lain." "Aku tidak berlari." "Tadi aku melihatmu berjalan

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 2 Ikut ke Pesta

    “Aurora Lilian! Bisa-bisanya kamu melakukan kesalahan seperti itu di ruang operasi!”Bentakan Leon Rosmarin terdengar, membuat Aurora mengerut ketakutan di depannya.Operasi sudah selesai sejam yang lalu, berakhir dengan sukses. Tapi, kini Aurora mendapat evaluasi akibat kesalahannya tadi. “Sudah

  • Dokter Galak Itu Milikku    bab 1 Tatapan

    Aurora Lilian tidak pernah menyangka jika mantan pacarnya selama 3 tahun di universitas itu, kini menjadi kepala dokter bedah sekaligus atasannya di rumah sakit tempatnya bekerja.“Aku dengar, Dr. Leon Rosmarin dulu bekerja di cabang rumah sakit yang ada di luar negeri dan dia sangat terkenal di sa

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 7 Pasrah

    “B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang ka

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 6 kamar 307

    Suara Leon terdengar rendah. Namun cukup membuat tubuh Aurora yang gemetar semakin membeku.“Sa-saya…” Suaranya pecah dan terhenti begitu saja. Kebingungan merangkai kata akibat syok dan ketakutan yang masih melanda dirinya.Leon menatap lamat sosok di depannya.Seragam perawat gadis itu terlihat k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status