Share

bab 9 Tegang

Author: Qin Mecca
last update publish date: 2026-06-08 18:40:34

"Kak Aurora!"

Aurora menoleh.

Perawat junior berlari menghampirinya sambil membawa ponsel. "Waduh, Kak... masalah besar."

"Ada apa?"

"Coba lihat forum staf."

Aurora langsung membuka aplikasi internal rumah sakit.

Begitu melihat layar, wajahnya seketika memucat.

Foto dirinya dan Leon saat masih kuliah terpampang jelas.

Di bawahnya puluhan komentar terus bertambah.

"Jadi mereka memang pernah dekat?"

"Pantas saja Dokter Leon membelanya."

"Aku sudah curiga dari awal."

"Perawat baru bisa masuk tim o
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Marimar
hubungan mereka lama juga ya dulu tapi kok kamu gitu pas ketemu tapi Leoni tetap peduli ternyata sama Rora
goodnovel comment avatar
BunNa
mampusss kau Viona. Leon kok dilawan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 50 Mengubah segalanya

    Lorong rumah sakit mulai sepi ketika Leon dan Aurora meninggalkan lantai enam. Setelah dua operasi panjang dalam satu hari, keduanya akhirnya mendapat kesempatan untuk bernapas tanpa suara monitor dan panggilan darurat yang terus mengejar. Aurora berjalan di samping Leon sambil memegang berkas terakhir yang harus diserahkan kepada bagian administrasi. "Besok aku harus menemui kepala perawat untuk membahas jadwal rotasi." Leon meliriknya. "Besok?" "Iya." "Jam berapa?" "Setelah visite." Leon mengangguk. "Aku antar." Aurora tersenyum. "Kamu tidak perlu selalu mengantarku." "Aku tahu." "Lalu kenapa?" "Karena aku mau." Jawaban itu membuat Aurora tertawa kecil. "Kamu sekarang makin sulit dibantah." "Karena dulu terlalu banyak hal yang tidak sempat kulakukan." Langkah Aurora melambat. Leon juga berhenti. Mata mereka bertemu. Tidak ada lagi kata-kata yang diperlukan. Namun ketika Aurora hendak melanjutkan langkah, tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakang. "Dokter L

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 49 Kembali beraksi

    Suara monitor operasi berdetak cepat di ruang bedah ketika Leon berdiri di sisi meja operasi. Lampu bedah menyorot bidang operasi, sementara seluruh tim bergerak mengikuti instruksi yang diberikan dengan suara tegas dan terukur. Aurora berada di sisi lain, fokus memperhatikan setiap alat yang dibutuhkan. Pasien kali ini bukan Keisya. Seorang pria berusia lima puluh tahun dengan penyumbatan pembuluh darah yang harus segera ditangani. "Tekanan turun," ujar dokter anestesi. Leon langsung menoleh. "Berapa?" "Delapan puluh per lima puluh dan terus turun." "Naikkan cairan. Pantau saturasinya." Aurora menyerahkan alat yang diminta. "Retraktor." Leon menerimanya tanpa mengalihkan pandangan. Namun beberapa menit kemudian seorang dokter residen mengambil instrumen yang salah dan hampir menyerahkannya kepada Leon. "Stop." Suara Leon langsung membuat seluruh ruangan diam. Residen itu membeku. "Maaf, Dok." "Ini bukan alat yang saya minta." "Maaf, saya..." "Kalau kamu tidak yakin,

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 48 Dokter galak romantis lagi

    Bunyi langkah kaki di koridor lantai enam terdengar semakin cepat ketika Leon keluar dari ruang pemeriksaan khusus. Wajahnya masih menyimpan keseriusan setelah mengetahui ada seseorang yang mencoba mengakses rekam medis Keisya Arunika, tetapi langkahnya berhenti ketika melihat Aurora berdiri di dekat jendela sambil memegang tablet pasien.Aurora mengangkat wajah ketika Leon mendekat. "Sudah ketemu siapa yang mencoba membuka data Keisya?""Belum, tapi sistem sudah dikunci. Tim IT sedang melacak perangkat yang digunakan."Aurora mengangguk, kemudian menyerahkan tablet kepadanya. "Aku sudah meminta bagian administrasi membatasi akses seluruh staf yang tidak berkaitan langsung dengan penanganan Keisya. Kalau ada yang mencoba lagi, sistem akan langsung memberi notifikasi."Leon menerima tablet itu, tetapi bukannya membaca isinya, ia justru memperhatikan Aurora beberapa detik lebih lama."Apa?" tanya Aurora ketika menyadari tatapan itu."Kamu.""Aku kenapa?""Kelihatan berbeda."Aurora meng

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 47 — Rahasia di Balik Sorotan

    Bunyi elektrokardiograf terdengar teratur dari ruang pemeriksaan khusus lantai enam. Di luar ruangan, rumah sakit tetap bergerak seperti biasa, tetapi di balik pintu dengan tanda akses terbatas, seorang perempuan yang wajahnya hampir setiap hari muncul di layar televisi sedang duduk dengan kedua tangan saling menggenggam. Namanya Keisya Arunika. Aktris sekaligus penyanyi yang sedang berada di puncak popularitas. Namun hari itu, tidak ada kamera, tidak ada manajer yang sibuk mengatur jadwal, dan tidak ada senyum yang biasa ia tunjukkan kepada penggemarnya. Hanya wajah pucat dan napas yang sesekali terdengar berat. Aurora memeriksa hasil pemeriksaan yang baru keluar, lalu menatap pasien di hadapannya. "Keluhan seperti ini sudah berapa lama?" Keisya melirik manajernya sebelum menjawab pelan. "Hampir enam bulan." "Sering pingsan?" "Kadang." "Jantung berdebar?" "Sering." "Sesak?" Keisya mengangguk. "Terutama setelah bekerja terlalu lama." Aurora mencatat beberapa hal. "Ken

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 46 Romansa Dokter Galak

    Bunyi pintu ruang operasi terbuka setelah hampir tiga jam membuat beberapa perawat yang menunggu di luar langsung berdiri. Leon keluar lebih dulu, masih mengenakan pakaian operasi dengan masker yang sudah diturunkan ke leher. Wajahnya terlihat lelah, tetapi langkahnya tetap tenang.Aurora menyusul beberapa detik kemudian."Pasien stabil," ujar Leon kepada keluarga yang menunggu. "Untuk beberapa jam ke depan masih harus dipantau ketat, tetapi operasinya berjalan sesuai rencana."Ucapan itu langsung disambut tangis lega.Aurora berdiri sedikit di belakang Leon sambil memperhatikan bagaimana dokter yang terkenal galak itu berubah begitu berhadapan dengan keluarga pasien. Tegas, singkat, tetapi tidak pernah memberikan harapan palsu.Setelah keluarga pasien pergi, Aurora menyerahkan sebotol air mineral."Minum."Leon menerimanya."Kamu?""Aku sudah."Leon menatapnya curiga."Jangan bohong.""Aku benar-benar sudah.""Terakhir makan kapan?"Aurora terdiam.Leon langsung menghela napas."Kamu

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 45 Kembali ke tempat yang sama

    Bunyi monitor jantung kembali menjadi suara yang paling akrab di telinga Leon. Setelah berminggu-minggu rumah sakit dipenuhi ancaman, penyelidikan, dan nama-nama yang membuat semua orang tidak tenang, pagi itu akhirnya terasa seperti hari kerja biasa. Pasien datang. Perawat berlari membawa berkas. Dokter residen sibuk mengejar jadwal operasi. Dan Leon Rosmarin kembali menjadi dokter galak yang membuat hampir seluruh staf berpikir dua kali sebelum datang terlambat ke ruangannya. Namun ada satu hal yang berbeda. Aurora kembali berada di dekatnya. Bukan sebagai seseorang yang harus ia lindungi dari kejauhan. Melainkan sebagai seseorang yang kini berani berdiri di sisinya. Leon baru keluar dari ruang operasi ketika Florina menghampirinya. "Dokter." Leon berhenti. "Apa?" "Jadwal operasi berikutnya dimajukan tiga puluh menit." Leon mengambil berkas yang diberikan Florina. "Kenapa baru bilang sekarang?" Florina menghela napas. "Karena Anda baru keluar dari ruang operasi." "

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 7 Pasrah

    “B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang ka

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 3 Pusat Perhatian

    Aurora Lilian berdiri kaku di pintu masuk ballroom. Tangannya mencengkeram ujung kemejanya dengan gugup. Ia masih merasa tidak percaya dirinya benar-benar datang ke pesta ini.Apalagi… Ia datang bersama dokter Leon Rosmarin.Aurora melirik sekilas ke sampingnya.Leon berjalan dengan langkah tenang.

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 2 Ikut ke Pesta

    “Aurora Lilian! Bisa-bisanya kamu melakukan kesalahan seperti itu di ruang operasi!”Bentakan Leon Rosmarin terdengar, membuat Aurora mengerut ketakutan di depannya.Operasi sudah selesai sejam yang lalu, berakhir dengan sukses. Tapi, kini Aurora mendapat evaluasi akibat kesalahannya tadi. “Sudah

  • Dokter Galak Itu Milikku    bab 1 Tatapan

    Aurora Lilian tidak pernah menyangka jika mantan pacarnya selama 3 tahun di universitas itu, kini menjadi kepala dokter bedah sekaligus atasannya di rumah sakit tempatnya bekerja.“Aku dengar, Dr. Leon Rosmarin dulu bekerja di cabang rumah sakit yang ada di luar negeri dan dia sangat terkenal di sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status