“Papa sudah melamar Tante Karina malam ini, resmi di depan keluarganya,” ucap Raymond, suaranya berat, dingin, dan tidak menerima bantahan. “Dalam waktu dekat, kami akan segera menentukan tanggal pernikahan.”Bagai disengat listrik, Viola langsung berdiri dari sofa. Wajahnya merah padam, matanya berkilat penuh amarah yang meledak-ledak. “Nggak! Vio nggak setuju!” teriak Viola histeris. Suara lengkingannya menggema hebat, memecah keheningan malam di dalam rumah mewah yang sepi itu.“Papa nggak boleh nikah sama perempuan itu! Papa harusnya rujuk sama Mama! Cuma Mama yang pantas jadi istri Papa!”Raymond menggelengkan kepalanya dengan tegas, memejamkan matanya sejenak, meredam gejolak amarah di dalam dada agar tidak sampai kelepasan membongkar borok masa lalu dan alasan menjijikkan di balik perceraiannya dengan sang mantan istri lima tahun lalu.Raymond sadar, jika ia membongkar kebenaran itu sekarang, hal itu justru akan menghancurkan mental putrinya jauh lebih dalam.“Hubungan Papa de
Read more