Share

30. Medan Perang

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-06-20 14:24:17

Suara tangis Felisa, mantan istri Raymond menggema pilu, mendominasi ruang perawatan VIP.

“Maafin mama, Sayang. Tidak seharusnya mama membiarkanmu menghadapi dunia ini sendiri.”

Raymond mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, kepalanya menggeleng samar dengan seulas senyuman sinis yang coba ia sembunyikan di balik gurat wajah lelahnya.

Sejak mereka resmi bercerai lima tahun yang lalu, setiap kali takdir membawa mereka berada di satu tempat yang sama, Raymond selalu memilih untuk diam ata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Ray......kalau kamu ga lepas Karina atau Jovita,hidupmu malah akan riweuh seterusnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   167. Baby Jas

    Raymond mendapati Jimmy tengah duduk tertunduk lesu di bangku tunggu depan ruang operasi. Pria yang biasanya tenang dan penuh perhitungan itu kini tampak hancur, kedua tangannya meremas rambut dengan bahu yang bergetar hebat.Jessica, istri tercintanya, mendadak mengalami pendarahan hebat yang memaksa tim medis melakukan tindakan operasi caesar darurat. Sesuatu yang sangat di luar perhitungan, karena pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya semua baik-baik sajaRaymond langsung menghampiri, menepuk keras pundak sahabatnya. “Jim! Fokus, Jim! Jessica dan anak kalian kuat, mereka pasti bisa melewati ini!”Entah nasihat dan kata-kata motivasi itu masuk ke dalam kepala Jimmy atau tidak, pria itu sama sekali tidak bergeming. Pikirannya sudah sepenuhnya terkunci di balik pintu ruang operasi, tempat sang istri tengah berjuang hidup dan mati melahirkan buah hati mereka.Setelah menunggu dalam rentetan menit yang mencekam, pintu ruang operasi akhirnya terbuka. Dokter melangkah keluar, menghembuskan n

  • Istri Rahasia Om Raymond   166. Panggilan Darurat

    Di sebuah ruangan privat, Karina mendengarkan dengan raut wajah keruh saat detektif swasta kepercayaan keluarga Adhiwangsa menyampaikan laporan awalnya.“Hasil penyisiran awal untuk transaksi keuangan dan aliran dana mencurigakan atas nama Pak Raymond hampir tidak ditemukan sama sekali, Bu.” Lembaran dokumen diletakkan di atas meja. “Semua arus kas Vastu Chandra maupun rekening pribadinya sangat bersih dan berada di jalur yang wajar.”Felisa yang duduk di samping Karina memutar cangkir tehnya, lalu menyahut dengan senyum pahit.“Raymond punya Jimmy. Pria itu selalu bisa diandalkan kalau soal mengamankan aset. Cara kerjanya sangat rapi.”Ingatan Felisa terlempar pada masa-masa proses perceraiannya dulu. Seharusnya ia bisa menuntut harta gono-gini dalam jumlah yang jauh lebih fantastis. Tapi, karena kelihaian Jimmy dalam memilah dan menyembunyikan portofolio kekayaan Raymond, Felisa pada akhirnya hanya mendapatkan sebuah rumah dan mobil yang bila dihitung-hitung bahkan tidak mencapai li

  • Istri Rahasia Om Raymond   165. Cinta yang Terlambat

    “Ini portofolio arsitektur terbaik tahun ini yang sudah kita kerjakan,” ujar Damian sambil menyerahkan sebuah flashdisk kepada Dylan. “Beberapa di antaranya ada sentuhan dari Vastu Chandra.”Dylan menerima flashdisk itu, memutarnya di sela jari seraya bergumam dengan nada sinis yang tak bisa disembunyikan.“Bosnya awet muda banget ya, Pi. Jampi-jampinya kayaknya kuat banget.”“Jampi-jampi apa?” tanya Damian sambil terkekeh.Sebagai seorang ayah yang kenyang pengalaman hidup, Damian langsung menangkap getaran cemburu yang tersembunyi di balik suara putranya.Damian menyahut santai, “Memang masih muda. Waktu Papi sudah terima banyak proyek besar di mana-mana, dia baru terbang ke Australia buat kuliah.”Dylan menaikkan sebelah alisnya, tampak kebingungan dengan garis waktu yang baru saja dibeberkan papinya. Namun sebelum Dylan sempat bertanya lebih jauh, Damian menepuk bahu putranya pelan.“Sudahlah,” potong Damian cepat. “Kalau kamu mau punya keahlian desain yang setara atau bahkan mela

  • Istri Rahasia Om Raymond   164. Memastikan Aman

    Di atas sofa empuk di sudut ruangan, Jovita berbaring bersandar pasrah di dada bidang Raymond. Napasnya masih tersengal tipis, tubuhnya terasa lemas dan lelah usai gejolak percintaan panas yang baru saja mereka lewatkan di tengah keheningan kantor.Raymond melingkarkan lengan kokohnya, merengkuh tubuh Jovita rapat-rapat dalam kehangatan. Jemarinya mengusap lembut pundak istrinya yang penampilannya sudah terlihat rapi kembali.“Maaf... mungkin sampai kamu benar-benar lulus kuliah nanti, aku belum bisa mengumumkan pernikahan kita di depan publik,” bisik Raymond pelan, suaranya sarat akan rasa bersalah.Jovita mendongak, menatap garis rahang suaminya. Wajah tenang dan penuh wibawa itu membuatnya sering merasa rendah diri.“Nggak apa-apa, Om. Setelah lulus nanti, aku akan berusaha keras dapat pekerjaan yang bagus... biar aku benar-benar pantas berdiri di samping Om Ray.”Raymond tersenyum tipis, matanya berbinar haru mendengar ucapan polos itu. Ia mempererat pelukannya.“Ini bukan soal ka

  • Istri Rahasia Om Raymond   163. Masih Kuat Berdiri?

    “Kamu benar,” ujar Raymond seraya mengetukkan jarinya di atas draf. “Area atrium ini kalau tidak diberi celah cross ventilation yang memadai, konsep green building-nya bakal gugur di pengujian efisiensi energi.”“Kalau posisi jalusi anginnya digeser lima belas derajat ke arah utara, aliran udaranya bisa maksimal tanpa perlu menambah beban daya fan eksterior.”Raymond mengambil pena, mencatat poin-poin masukan dari istrinya di lembar catatan khusus.“Masukan yang sangat jeli,” puji Raymond. “Besok pagi aku bakal mendiskusikan lagi dengan Divisi Design & Engineering.”Raymond menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menghembuskan napas lega yang panjang. Beban pekerjaan berat yang menumpuk di kepalanya seharian ini seolah terangkat seketika. Ia melirik jam tangan, lalu menatap Jovita lembut.“Kamu sudah makan malam, Jo?”Jovita menggeleng pelan dengan senyum tipis. “Belum. Katanya tadi mau makan bareng di sini...”“Mau pesan makan apa malam ini?” tanya Raymond seraya mengambil ponsel

  • Istri Rahasia Om Raymond   162. Curiga yang Terpatahkan

    Raut masam di wajah Viola seketika sirna saat melihat mobil mamanya perlahan memasuki pekarangan rumah. Selain karena butuh teman untuk mengusir rasa kesepian, ada hal penting dan mendesak yang harus segera ia bicarakan dengan Felisa.“Mama!” panggil Viola, menyambut kedatangan ibunya dengan pelukan hangat di ruang tamu.Felisa tersenyum penuh kasih sayang, mengelus rambut putrinya. “Kangen ya sama Mama?”Mereka berdua lalu melangkah menuju ruang tengah yang luas. Tak lama kemudian, Bi Lastri datang membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk dingin. Setelah meletakkannya di atas meja, Bi Lastri bermaksud kembali ke dapur, namun langkahnya terhenti secara samar saat mendengar pembicaraan intens di antara ibu dan anak itu.“Ma... sepertinya Papa benar-benar punya simpanan,” bisik Viola dengan raut wajah tegang.Felisa meminum jusnya sedikit, lalu menatap Viola tajam.“Tadi Mama baru saja bertemu Karina. Papamu mengaku pada Karina kalau dia baru saja dijebak menggunakan obat perangsang sa

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status