***Kila menguap lebar seraya menekan tombol lift.Pagi itu rintik hujan masih membasahi kota. Semalam ia baru tiba di rumah pukul sebelas malam usai mengurus MCU di laboratorium. Saking lelahnya, begitu sampai di kamar ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tanpa sempat berganti pakaian."Aduh, ngantuk sekali... mana pagi ini harus video conference lagi," gumam Kila pelan seraya memeluk erat tas kerjanya, menatap deretan angka lantai di atas pintu lift yang bergerak naik.Ting!Pintu lift terbuka."Pagi, Kila!" sapa Lina yang berpapasan dengannya di koridor. Aroma manis kopi hangat yang dibawanya seketika menyeruak ke indra penciuman."Pagi... Hmm, harum sekali kopimu," puji Kila seraya menyamakan langkah kaki mereka menuju area kubikel."Mau? Kopi saset di pantry tuh.""Mau, tapi lagi malas buatnya," keluh Kila lesu."Kok tumben..." Lina menghentikan langkah sejenak, melirik wajah Kila yang tampak sedikit pucat. "Dimarahi Pak Bos ya?""Enggak, kok. Cuma ngantuk berat aja..
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-03 Mehr lesen