“Apa?” Bara menarik sedikit telinganya, sedang memastikan kalau dia tidak salah dengar.Aku menutup bibir rapat, tidak mau mengatakan kalimat yang sama dua kali.“Mia, kenapa kamu keliatan kaget banget, sih? Bukannya kamu udah tahu kalau ini reaksi… alami pria?” Dia bicara dengan nada sedikit menurun di akhir, seakan malu kalau mengucapkannya lebih tinggi satu oktaf.“Iya, tahu kok,” kataku berusaha santai, padahal tanganku tidak henti-hentinya meremas gaun.Duh! Aku harus gimana, nih? Masa bilang ke Bara kalau aku masih perawan?“Terus, kalau gitu kamu nggak seharusnya nanya kayak tadi, dong.” Bara menggigit bibirnya sambil menengadah, lalu menatapku lagi dengan kedua tangan di pinggang.“Aku malu, lho, Mia. For your info aja, nih.”“Ya maaf kalau gitu,” gumamku pasrah, aku tahu respon ini akan sangat menyebalkan di telinganya.Dan benar saja, Bara sontak mendengus seakan tidak puas sama sekali dengan jawabanku.“Oke, gini. Aku minta maaf udah nyium kamu tadi. Itu salah aku dan aku m
آخر تحديث : 2026-07-30 اقرأ المزيد