Alena masih merasa ngantuk ketika seseorang memanggil namanya berulang kali, efek obat membuatnya hanya bisa tidur seharian.“Alena.” Suara itu terdengar cukup dekat.“Alena, bangun. Sudah waktunya minum obat.”Alena mengerjapkan mata. Pandangannya masih sedikit kabur, tetapi perlahan wajah yang berada di samping tempat tidurnya mulai terlihat jelas.“Bella?”Bella tersenyum lega. “Akhirnya bangun juga. Tidurmu nyenyak sekali.”Alena mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Ia langsung menyadari sesuatu. “Di mana Pak Regantara?”Bella yang sedang mengambil segelas air menoleh. “Pak Regantara?”Alena mengangguk. “Tadi beliau di sini.”“Oh.” Bella menyerahkan gelas dan obat kepada Alena. “Pak Regantara ada urusan. Tadi, dia menitipkan kamu kepadaku.”Alena terdiam. Jadi, Regantara sudah pergi. Entah kenapa, ada sedikit rasa kecewa yang muncul di dalam hatinya. Namun, Alena segera mengabaikannya.“Alena, kenapa Pak Regantara baik sekali padamu, jangan-jangan beliau ....” Bella tak me
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-13 Mehr lesen