"Lalu, Mister Richard menulis angka yang sangat panjang di papan tulis, Papa Bos!" ucap Aletta dengan mata berbinar, tangannya bergerak-gerak dramatis mendeskripsikan suasana kelas. "Tidak ada yang angkat tangan, jadi Aletta jawab. Jawabannya tujuh puluh dua! Dan guru bilang Aletta brilian!" "Tentu saja kau brilian, kau putriku," sahut Al bangga, mengusap puncak kepala Aletta. Reva yang datang membawa nampan berisi teh chamomile tersenyum melihat interaksi ayah dan anak itu. Ia meletakkan nampan di atas meja dan ikut duduk di samping Al. "Tapi ingat pesan Ibu, ya. Di sekolah, Aletta harus tetap rendah hati. Pintar itu bagus, tapi punya banyak teman dan bersikap baik itu jauh lebih penting." "Aletta sudah mencoba berteman, Ibu," ucap Aletta sambil mengunyah kuenya. Gadis itu lalu menatap ibunya dengan tatapan polos. "Tapi, ada satu anak yang aneh. Namanya Arkananta." Mendengar nama itu disebut, gerakan Al yang sedang meraih cangkir teh seketika terhenti. Rahangnya mengeras se
Last Updated : 2026-09-05 Read more