"Reva, sayangku," ucap Aldebaran dengan suara yang seketika berubah. Raungan iblis tadi kini tergantikan oleh rintihan seorang pria yang menemukan kembali jiwanya. Tangan Al yang gemetar meraih saku celana, mengeluarkan pisau lipat kecil, dan memotong ikatan zip tie di pergelangan tangan dan kaki Revalina. Begitu ikatan itu terlepas, tubuh Reva yang melemah langsung limbung ke depan. Aldebaran menangkapnya, mendekap wanita itu dengan protektif ke dalam pelukannya. Ia menciumi puncak kepala Reva, menghirup aroma rambutnya yang bercampur keringat dan debu, memaya kau datang juga," bisik Reva dengan suara parau, air mata akhirnya mengalir deras dari sudut mata. Tangannya yang lemas membalas pelukan sang suami, meremas jaket tebal itu erat-erat. "Aku tahu ... aku tahu kau akan menemukanku, Al." "Maafkan aku ... maafkan aku karena terlambat, Sayang. Aku janji, tidak akan ada lagi yang berani menyakitimu," bisik Al sambil mengusap memar di pipi Reva dengan ibu jarinya yang bergetar. S
Last Updated : 2026-09-13 Read more