"Al, terima kasih sudah menjaga adikku, meski kalian harus melewati drama berdarah-darah begini," ucap Keisha tulus. "Melihatmu sekarang, aku jadi ingat betapa gilanya kamu beberapa tahun lalu." Reva menoleh ke arah kakaknya dengan dahi berkerut. "Gila bagaimana maksud Mbak?" Keisha tersenyum miring, menggoda adik iparnya itu. "Apakah kamu lupa apa yang telah dilakukannya, Reva? Dulu, waktu kamu kabur ke Semarang gara-gara patah hati lihat berita pernikahan dia dan Elena di TV, pria berkuasa ini datang ke rumah Mbak kayak orang kesurupan." Aldebaran berdehem pelan, memalingkan wajah sedikit karena salah tingkah rahasia masa lalunya dibongkar kembali. "Dia datang dengan mata merah, kemeja berantakan, dan nyaris mendobrak pintu rumah," lanjut Keisha, membuat Reva tersenyum tipis saat ingatan itu kembali menyeruak. "Suamiku sampai harus bawa sapu lidi karena mengira Al yang berteriak memanggil namamu adalah preman yang datang buat menagih utang Mbak. Dia tidak tahu bahwa Al adala
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-15 อ่านเพิ่มเติม