Sementara itu, di Jakarta, waktu seolah-olah berjalan tanpa arti bagi Aldebaran Kusuma. Sudah hampir delapan bulan berlalu semenjak pelarian Reva. Bagi Al, dunia telah kehilangan seluruh spektrum warnanya. Ia hidup dalam monokrom. Di sebuah rumah mewah di kawasan Menteng yang sengaja Al beli untuk mengisolasi Elena, seorang bayi laki-laki berusia empat bulan bernama Arkananta Kusuma sedang bertumbuh. Bayi itu tampan, memiliki garis rahang yang tegas dan sepasang mata gelap yang sangat mirip dengan Al. Namun, bagi Aldebaran, keberadaan bayi itu tidak lebih dari selembar monumen dari sebuah kesalahan besar. Al memenuhi semua kewajiban finansialnya tanpa cela. Pengasuh terbaik, stok susu formula paling mahal, hingga dokter anak pribadi yang datang dua kali seminggu. Namun, Al tidak pernah sekali pun menggendong anak itu. Ia tidak pernah menyentuh kulit lembutnya, tidak pernah menghirup aroma tubuhnya, dan tidak pernah sudi berada di satu ruangan yang sama dengan Elena selama lebih
Last Updated : 2026-08-29 Read more