Berbekal temuan krusial dari Sonia mengenai penarikan uang tunai di area stasiun KRL arah Bogor, Wildan tidak membuang waktu sedetik pun. Ia segera menginstruksikan jaringan Beno untuk bergerak secara senyap, menyisir setiap stasiun di ujung jalur kereta tersebut. Pria yang kini selalu tampil memancarkan aura dingin, misterius, dan tak terbaca itu tidak hanya duduk di balik meja. Wildan langsung turun tangan ke lapangan memimpin pencarian. Malam itu, di sebuah warung remang-remang dekat stasiun perbatasan Bogor, Wildan berdiri dengan balutan jaket kulit hitamnya. Di hadapannya, seorang kepala preman terminal lokal dan seorang penjaga stasiun berseragam lusuh tampak gemetar menatap tumpukan uang tunai di atas meja kayu. "Itu sepuluh juta buat kalian berdua," ucap Wildan dengan suara bariton yang teramat datar dan mengintimidasi. "Aku cuma butuh satu info. Ingat-ingat lagi, seminggu yang lalu pas malam badai lebat. Ada perempuan cantik, kulit bersih, pakai kardigan atau jaket, jalan
Last Updated : 2026-08-03 Read more