Bisma dengan santai menepis tangan Indra. "Tenanglah, kawan. Dokumen ini dikirimkan dalam paket anonim pagi ini. Tahu siapa tujuannya? Langsung ke meja Jaksa Surya."Indra menelan ludah dengan susah payah, matanya membelalak ngeri."Beruntung aku yang sedang bertugas menjaga meja sortir pagi ini," lanjut Bisma dengan senyum meremehkan. "Kau tahu apa yang akan dilakukan Surya jika dia memegang dokumen ini, kan? Kariermu akan hancur lebur, ayahmu sang Jenderal akan menanggung malu besar, dan kau akan berakhir membusuk di penjara karena bukti korupsimu juga terlampir sangat lengkap di dalam tas ini.""Siapa bajingan yang mengirimnya?!" geram Indra dengan suara bergetar menahan amarah yang siap meledak-ledak."Aku tidak peduli siapa yang mengirimnya," jawab Bisma santai, matanya memancarkan keserakahan. "Yang aku pedulikan sekarang adalah, berapa harga yang berani kau bayar agar aku menghancurkan seluruh dokumen ini detik ini juga?"Indra mengatupkan rahangnya. Harga diri maskulinnya sera
Last Updated : 2026-08-08 Read more