Anjani mengklik foto itu. Foto itu adalah foto hadiah peringatan sepuluh tahun hubungan mereka dari Nathan.Sebuah kalung merek legendaris luar negeri yang dipesan khusus, dengan batu rubi di atasnya, yang tetap memancarkan kilau memesona, bahkan di dalam foto sekalipun.Saat menerimanya waktu itu, Anjani juga sempat terpesona oleh kilaunya. Namun, detik berikutnya, langsung terdengar ucapan ibu Nathan."Pinter banget kamu, ya. Tahu kalau transfer uang bisa diminta lagi, jadinya kamu suruh anakku membelikan perhiasan.""Hebat juga kamu, ya. Anak yatim piatu bisa sampai kepikiran trik kayak begini."Raut wajah Nathan langsung berubah. Akan tetapi, dia hanya bisa menatap ibunya dengan pasrah dan menegur pelan, "Bu …."Anjani menolak permintaan Nathan untuk membantunya memakaikan kalung itu. Anjani hanya menyimpannya dengan hati-hati di brankas.Kadang-kadang, Anjani mengeluarkannya hanya untuk melihatnya saja.Namun, sekarang, sudah tidak perlu untuk mengambil kembali kalung itu.Anjani
Read more