Share

Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat
Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat
Author: Ayuwine

Bab 1-Permintaan yang Aneh

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-08-12 00:16:11

"Malik, tolong puaskan istriku!"

​Malik terkejut. "Ris! Apa-apaan kamu?!"

​Dua orang pria yang sedang duduk saling berhadapan di balkon sekolah, dengan rokok yang dipegang Aris yang sejak tadi diisapnya kini ia matikan dengan menginjaknya.

​Malik yang masih syok hanya bisa menatap Aris dengan tatapan heran dan tak percaya.

Bagaimana bisa seorang sahabat semasa SMA setelah bertahun-tahun lamanya tak bertemu kini dia berkata seperti itu di hadapannya.

​"Aku menderita disfungsi ereksi parah, Lik, dan hidupku divonis tak akan lama lagi, bahkan aku juga mengalami Kelainan jantung bawaan, yang membuat pasokan darah ke alat vital menjadi tidak stabil," ucap Aris yang semakin membuat Malik terperangah.

​"Pelan-pelan, Ris, ngomongnya. Ada apa sebenarnya?" ucap Malik menepuk bahu Aris seolah menguatkan dan mengklaim jika Aris, sahabat lamanya itu, mengigau karena kebanyakan minum.

​"Woy, malah berduaan di balkon, sini maju kita ngopi lagi!" teriak Aji yang mengadakan reuni sekolah ini.

​Yap, Malik saat ini sedang mengikuti acara reuni besar-besaran. Setelah beberapa tahun tak saling bertemu, kini semua temannya berkumpul termasuk Aris, sahabat baiknya itu.

​"Nanti nyusul!" jawab Malik, senyum samar khasnya membuat pria yang memanggilnya tadi mengibaskan tangannya merasa itu hanyalah omong kosong.

​"Bagaimana, Lik?" tanya Aris lagi mengalihkan kembali fokus pria itu.

​"Jangan gila, Ris, kamu ngomong apa?"

​"Aku sudah jelaskan tadi, Lik, umurku tak panjang lagi. Bahkan di sisa hidupku, aku tak pernah membuat puas istriku, Lik!" curhat Aris pada Malik seolah mencurahkan rasa sesak yang selama ini ia tahan sendirian.

​"Kamu juga baru saja menyandang status duda, kan, Lik?" tanya Aris membuat Malik langsung menoleh. Bahkan untuk saat ini tak ada yang tahu tentang statusnya yang baru saja menyandang status duda itu.

"Pasti kamu merindukan belaian, kan? Atau setidaknya kehangatan seorang perempuan?" Aris menatap langsung ke arah wajah Malik yang benar-benar kebingungan itu.

"Kamu bisa pakai tubuh istriku. Dia juga kurang puas dariku, bahkan setiap kali kami selesai melakukannya wajahnya selalu masam, Lik, aku merasa sangat gagal!"

Ingatan Malik seketika terlempar pada saat dirinya dan Maya masih menjadi sepasang suami istri.

​Di mana Malik memiliki tenaga dan alat vital yang begitu besar.

​Maya sering kali merasa kewalahan setiap melayani dirinya hingga akhirnya sang istri merasa tak kuat bahkan sampai menggugat cerai pria tersebut.

​'Kita resmi cerai! Aku tak sudi lagi denganmu. Selain miskin, kamu itu aneh!'

​Itulah pesan terakhir yang dikirim Maya, setelah dirinya resmi menyandang status duda.

​Padahal dulu, Malik berjuang keras agar bisa menikahi perempuan idamannya itu, tapi ternyata Maya tak bisa menerimanya apa adanya.

​Malik selalu merutuki dirinya sendiri, ia selalu menganggap dirinya tak normal bahkan kerap kali membenci dirinya sendiri.

​"Ini gara-gara kamu, Jon, Maya jadi kabur!" rutuknya sambil menepuk pelan miliknya, setiap kali teringat wajah mantan istrinya yang masih saja terngiang di kepalanya bagaikan kaset rusak itu.

​"Ini permintaan terakhir aku, Lik, aku gak tahu minta tolong ke siapa lagi," suara Aris sukses membuyarkan lamunannya itu.

​Sebelum sesaat mereka saling mengobrol di balkon, acara masih baik-baik saja, hingga Malik yang memutuskan untuk pergi ke balkon meminta izin dengan beralasan merokok sebentar, padahal alasan sebenarnya, Malik terlalu muak terus-terusan diejek oleh semua teman SMAnya.

Malik memang selalu dibully sejak masa SMA, karena mereka semua tahu Malik memiliki ukuran alat vital yang berbeda dari yang lain.

​Hingga beberapa menit datanglah Aris menghampiri, mengobrol sebentar melepas rindu dan tanpa diduga Aris meluncurkan perkataan itu yang sukses membuat Malik gundah gulana.

​"Ini istriku... kamu pasti suka!"

​Glek.

Duda itu langsung menelan ludah dengan susah payah. Di dalam layar ponsel itu seorang perempuan yang hanya memakai bra ketat, yang seolah tak bisa menampung buah dada yang berukuran begitu besar itu, sebesar buah semangka.

"Kamu... Ris..."

Malik benar-benar tercekat.

​"Cantik, bukan? Kamu pasti ingin menikmati tubuhnya, kan, setelah melihatnya?" tutur Aris begitu lancar melayangkan perkataan itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yayuk Yulianti
semoga ceritanya seru ya kk
goodnovel comment avatar
Marsyanda
istrin tidak terima kekurangan suaminya......🤍
goodnovel comment avatar
Ayuwine
para pembaca kesayanganku,jangan lupa dukungannya ya..big hug and love all :*
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 111-Lebih Besar Lebih Enak

    Sheila menginjak pedal rem sekuat tenaga. Tubuh tegap Malik terlempar ke sana-kemari di dalam kabin saat mobil akhirnya berhenti memutar dengan decitan ban yang memekakkan telinga. Sheila benar-benar syok luar biasa. Tubuhnya bergetar hebat, napasnya terengah-engah, dan jantungnya berdegup kencang seolah siap melompat keluar dari dadanya."Sial... hampir saja mati!" rutuknya gemetar.Kedua tangannya cengkeram erat lingkar kemudi. Sheila membenamkan wajah di antara sela-sela setir, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih memompa kencang.Namun dari kursi penumpang, Malik justru terkekeh pelan. Kekehannya yang parau dan berat spontan membuat Sheila menoleh tajam dengan tatapan menyala bak api berkobar."Keren, Mbak... Bisa balapan begitu... Keren..." gumam Malik acuh tak acuh, sukses membuat emosi Sheila kembali memuncak."Diam, Malik! Aku tahu kamu mabuk, tapi aku gak nyangka efek mabukmu bakal semenggerikan ini!" omel Sheila frustrasi, benar-benar kesal bukan main.Namun, saa

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 110-Efek Alkohol

    Di dalam perjalanan, efek alkohol keras berkadar tinggi yang meminumnya secara paksa itu mulai menggerogoti tubuh Malik secara brutal. Aliran darahnya bergejolak dahsyat; badannya mendadak panas-dingin dan pandangannya mulai membayang kabur. Malik mendesis, sesekali melengguh rendah merasakan kesadarannya yang merayap turun drastis.Tak ada pilihan lain. Dengan sisa-sisa tenaga dan kesadaran yang kian menipis, Malik menepikan mobilnya secara mendadak di pinggir jalan yang sepi. Pria itu menyandarkan kepalanya pada lingkar kemudi, napasnya memburu kasar dengan wajah yang sudah memerah padam bak tomat matang.Jemari Malik yang gemetar berusaha merogoh ponsel di saku celananya. Layar ponsel yang begitu menyilaukan terlihat sangat kabur di matanya. Ia menggeser layar acak, berusaha mencari kontak Leo."Nah... ini..." bisik Malik parau. Kesadarannya kian hilang digulung efek mabuk berat.Tutuut... tutuut... tutuut...Panggilan tersambung. Di dering keempat, terdengar bunyi klik.Malik yang

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 109-Satu Teguk Aja

    Malik menoleh dan menatap wajah Leo dengan serius. Ia mengangguk pelan."Ikuti saja alurnya, Leo. Aku tak butuh sekadar omongan, aku cuma butuh pembuktian," ucap Malik tegas, tak mau berpura-pura.Mendengar itu, Leo mengangguk yakin. "Pasti itu, Lik!"“Tapi menurutku, kamu tetap bersikap bengis aja deh, Le, di depan Pak Aris kalau sama aku,” ucap Malik, entah bagaimana bisa melontarkan usul seperti itu.Leo mengerutkan dahi, menatap heran. "Kenapa memangnya?" tanyanya benar-benar bingung.Sebelum Malik sempat menjawab, Aris sudah berdiri di hadapan mereka dengan wajah yang terlihat jauh lebih segar."Maaf ya, Lik, agak lama. Tadi ada urusan lumayan serius sama mucikarinya," kilah Aris. Malik tentu saja tidak percaya, tetapi ia hanya mengangguk malas. Biarlah Aris menganggapnya bodoh."Loh, Leo?" sapa Aris begitu menyadari kehadiran pria lain di sana.Leo mengangguk canggung. Namun demi membuktikan niatnya pada Malik, ia langsung memainkan perannya."Iya, Pak. Saya kebetulan lewat, dan

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 108-Bayangan Kelam

    Ternyata sosok itu adalah Leo. Malik kaget bukan main saat melihat pria itu berdiri di sana. Malik langsung beranjak berdiri menatap ke arahnya."Leo? Sedang apa kamu di sini?" tanya Malik heran.Leo menghela napas panjang."Kamu benar-benar lupa ya, Lik? Aku kan sudah bikin janji sama kamu. Lihat sekarang, sudah jam setengah sepuluh! Selama tiga puluh menit aku menunggu di kafe seberang cuma buat memperhatikan kamu," ucap Leo. Nadanya kini sama sekali berbeda. Nada permusuhan dan tatapan iri dengki yang biasanya ada pada pria itu benar-benar meluap lenyap."Astaga, Leo! Maaf ya, Le... Aku benar-benar lupa," balas Malik. Ia terperangah, sungguh tak menyangka dirinya bisa melupakan janji penting itu."Udahlah, gak apa-apa. Untung aku inisiatif menyusulmu ke sini. Oh iya, lagi apa di sini? Keren banget buset, nongkrong di restoran semahal ini," ucap Leo seraya mengedarkan pandangannya.Seumur hidup, ia tak pernah menginjakkan kaki di tempat seperti ini. Walau Leo punya cukup uang, untuk

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 107-Tingkah Aris

    Makin terperangah lah Malik mendengar perkataan kedua yang makin tak ingin ia dengar itu."Cukup, Ris! Ini keterlaluan! Aku bukan pria seperti itu, jangan samakan aku denganmu!" ucap Malik memprotes tegas, bahkan rahangnya mengeras dan tatapan matanya seketika menggelap.Aris hanya terkekeh melihat reaksi emosional Malik."Santai, santai, Lik. Sebenarnya aku cuma menguji kamu kok. Aku mau lihat kamu mau atau tidak. Kalau mau ya aku senang, tapi kalau enggak, ya gak apa-apa. Asal sama istriku saja deh, biar bersih juga kan... Jangan sampai celap-celup sana-sini kayak aku.""Hah? Apa, Ris?" sela Malik cepat. Tangannya menggenggam gelas jus itu dengan sangat erat, seolah siap meremukkannya detik itu juga. Makanan-makanan mahal dan mewah di hadapannya sama sekali tak tersentuh. Malik benar-benar kehilangan nafsu makan mendengar perkataan sahabatnya yang di luar nalar."Bercanda, Lik! Aku gak ngomong apa-apa, jangan mikir macam-macam. Aku masih sama kok kayak Aris yang kamu kenal," kekeh A

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 106—PSK Premium

    Waktu bergulir begitu cepat. Pukul tujuh malam, Malik dan Aris sudah berada di sebuah kafe mewah—tempat yang dipilih langsung oleh Aris untuk pertemuan mereka."Ada apa, Ris?" tanya Malik tanpa mau berbasa-basi."Santai saja, Lik. Kita ngobrol-ngobrol dulu. Kamu akhir-akhir ini sibuk banget ngurusin kerjaan. Sekarang pesan apa pun yang kamu mau, aku traktir," ucap Aris dengan nada congkak, bukannya senang justru Malik malah merasa risih."Aku apa saja deh, Ris," balas Malik singkat, tak mau muluk-muluk.Aris melambaikan tangan memanggil salah seorang pelayan wanita."Mau pesan apa, Pak?" tanya pelayan berkulit sawo matang itu ramah. Ia mengenakan seragam kerjanya dengan potongan cukup ketat. Meskipun dadanya berukuran sedang, bentuknya terpampang menonjol hingga membuat tatapan Aris menjadi liar. Pria itu menelan ludah seraya mengumbar senyum genit, membuat si pelayan tampak risi dan serba salah."Ris, mau pesan apa tuh?" tegur Malik tajam karena menyadari raut tak nyaman di wajah pel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status