Sarah berlari lebih dulu, sepatunya menghantam tanah basah, meninggalkan jejak di rumput liar yang tumbuh di luar tembok istana. Barra menyusul di belakang, pedangnya masih terhunus.Mira berlari paling belakang, napasnya tersengal, tidak mau ketinggalan. Di kejauhan, Ratu Elena sudah mencapai kuda yang terikat di pohon. Perempuan itu membuka tali dengan gerakan cepat, lalu melompat ke pelana."Jangan biarkan dia kabur!" teriak Sarah.Barra mempercepat langkahnya, menyalip Sarah. Ia meraih batu di tanah, melempar ke arah kuda. Batu itu mengenai kaki kuda, membuat hewan itu meringkik dan mundur beberapa langkah. Ratu Elena menarik tali kekang, mencoba menenangkan kudanya. Waktu itu cukup bagi Barra untuk mendekat."Turun dari kuda, Yang Mulia Ratu," kata Barra, pedangnya mengarah ke kaki kuda.Ratu Elena menatap Barra, lalu menatap Sarah yang baru tiba di belakang. Wajahnya pucat, senyumnya masih ada. Rambutnya yang biasanya tertata rapi kini terura
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-10 อ่านเพิ่มเติม