Pagi itu balai dewan dipenuhi wajah-wajah tegang. Para penasihat senior, para bangsawan, dan beberapa perwira tinggi sudah duduk di kursi masing-masing. Tidak ada yang bicara. Tidak ada yang berani bicara. Suasana di ruangan itu terasa seperti permukaan air yang menahan gejolak di bawahnya.Sarah berdiri di sisi kiri ruangan, ditemani Mira yang mengenakan pakaian sederhana tanpa perhiasan. Barra berdiri di dekat pintu, pedangnya tersarung, tangannya siap. Adrian duduk di kursi utamanya, wajahnya keras seperti batu.Di seberang ruangan, Lord Arga duduk dengan tenang. Pria tua itu mengenakan jubah biru tua dengan bordir perak, rambutnya yang putih tersisir rapi, wajahnya tenang seperti seseorang yang tidak punya beban apa pun. Ia menatap Sarah sebentar, lalu menatap Adrian. Senyum tipis terukir di bibirnya. Senyum yang tidak pernah hilang, bahkan di tengah badai."Yang Mulia," kata Lord Arga, "aku mendengar ada tuduhan serius yang ingin disampaikan pagi ini. Boleh
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-13 อ่านเพิ่มเติม