Butiran air hujan terus berjatuhan dari langit kelabu semenjak siang tadi. Guyurannya tak terlalu lebat, namun cukup untuk menenggelamkan seseorang dalam ilusi kenangan.Di atas sana, langit tampak muram, diikuti kabut putih yang menutupi setiap sela lereng dan puncak gunung. Walaupun jarak memisahkan keduanya, seolah-olah mereka berada dalam dekapan rasa yang sama.Jalur setapak tampak berlumpur, membelah hutan menuju sebuah kuil bobrok. Bangunan tua yang sepertinya sudah lama ditinggalkan dan terbengkalai.Diselimuti rajutan jerami dan topi bambu tua, langkah Wan Xuan tak tergoyahkan meskipun tanah liat di bawah kakinya berusaha menahan setiap pijakan.Begitu sampai di dekat kuil, ia berdiri diam sejenak. Tatapannya tertuju pada tangga batu yang basah dan dipenuhi bercak tanah liat, menandakan seseorang telah berada di sana lebih dahulu.Namun, Wan Xuan tak merasakan niat jahat dari dalam kuil. Ia memutuskan masuk karena sepanjang perjalanan, hanya kuil inilah satu-satunya tempat be
Last Updated : 2026-08-20 Read more