“Nanti sore kamu jadi pergi, Lun?”Luna hampir tersedak dengan makanannya saat tiba-tiba ditanya seperti itu. Ia melirik sekilas ke arah Leon yang kini sudah menatapnya. Luna hanya bisa menggerutu dalam hati.Aduh, kenapa Bu Sekar bertanya seperti itu di depan Mas Leon sih? Luna pun tetap menjawab pertanyaan Bu Sekar dengan sopan. “Jadi, Bu.” Tiba-tiba saja Leon menyahut, menimbrung ke dalam percakapan itu dengan penasaran. “Mau pergi ke mana?”Kalau sudah seperti ini maka Luna tidak memiliki pilihan lain selain menjawab pertanyaan Leon dengan jujur. “Mau ke Blok M, Mas.”Sebelah alis Leon terangkat, seketika itu juga teringat dengan sesuatu. “Oh. Kamu jadi mau pergi ke Blok M sama cowok itu?”Bu Sekar sedikit terkejut, ia memajukan tubuhnya dan menatap Luna dengan penasaran. “Cowok yang mana, Lun? Katamu perginya sama teman sekelasmu.” “Iya, emang perginya sama teman sekelas saya, Bu,” jawab Luna. “Tapi, cowok.” Leon kembali menyahut, suaranya terdengar lebih dingin kali ini. “Ka
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-28 Mehr lesen