Setiap kali berbicara tentang novel dengan tema benci dan rindu, pikiran saya langsung melayang ke 'The Hating Game' karya Sally Thorne. Cerita ini mengisahkan dua karakter, Lucy dan Joshua, yang bekerja di perusahaan yang sama dan saling menganggap satu sama lain sebagai musuh. Dari awal, mereka terjebak dalam permainan saling menggoda dan saling membenci yang asyik namun penuh ketegangan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, perasaan mereka mulai bertransformasi. Apa yang membuat novel ini begitu memikat adalah campuran antara humor, ketegangan seksual, dan karakter-karakter yang sangat relatable. Saya benar-benar merasa terlibat dengan semua intrik dan drama, terutama ketika keduanya harus menghadapi kenyataan bahwa perasaan mereka jauh lebih rumit dari sekadar benci.
Saat membaca, saya menikmati setiap momen ketika mereka terkunci dalam ketidakpastian, saling goda, dan tentunya menyimpan rasa cemburu. Hal ini membuat pembaca merasa terbawa dalam arena emosional yang cukup mendebarkan. Saya masih teringat betapa sulitnya saya menahan tawa dan senyum ketika situasi semakin memanas. Ini adalah novel yang sangat cocok bagi siapa saja yang suka dengan dinamika cinta yang rumit dan penuh permainan, jadi jangan lewatkan jika kalian menyukai kisah yang mengaduk-aduk emosi!
Lalu, ada juga 'It Ends with Us' oleh Colleen Hoover yang membawa tema ini ke arah yang lebih serius dan emosional. Novel ini tidak hanya menggali tema benci dan rindu, tapi juga memperlihatkan kompleksitas hubungan dan pertumbuhan pribadi. Cerita ini mengikuti Lily Bloom yang menjalin cinta dengan Ryle Kincaid, seorang dokter bedah yang memiliki sisi gelap dalam kepribadiannya. Ketika dia bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Atlas Corrigan, dia dihadapkan pada dilema besar. Dari situ, rasa benci mulai muncul bersamaan dengan kerinduan, menciptakan perjalanan yang emotional. Saya merasa seperti terombang-ambing karena setiap keputusan Lily terasa sangat berat, dan setiap lapisan emosional membuka pandangan baru tentang cinta dan kekuatan. Pendekatan Hoover dalam menulis karakter sangat mendalam dan realistis, sehingga membuat pembaca ingin terus melanjutkan sampai akhir.
Akhirnya, 'Red, White & Royal Blue' karya Casey McQuiston memberikan sentuhan yang menyegarkan dalam tema ini. Berfokus pada hubungan antara Alex, putra pertama Amerika, dan Prince Henry dari Inggris. Awalnya mereka adalah
musuh bebuyutan karena kondisi politik dan situasi sosial yang rumit. Namun ego dan ketidakcocokan mereka membawa mereka ke jalur yang sangat berbeda saat mereka terpaksa berkompromi dan bekerja sama. Ketika cinta mulai bersemi, benci yang awalnya kuat berubah menjadi kerinduan yang tak terelakkan. Kejenakaan yang dihadirkan, serta dinamika antara budaya, politik, dan keluarga, sangat menarik untuk dieksplorasi. Novel ini penuh dengan momen lucu dan manis yang membuat kita semua ingin merasakan perasaan jatuh cinta yang tulus, di saat yang sama masih ada
jejak rasa kebencian yang menguap di udara. Selain huru-hara politik dan cinta yang mendebarkan, saya benar-benar merasakan chemistry antara Alex dan Henry yang membuat saya senyum-senyum sendiri saat membacanya.