Film 'Om Om Perkasa' pertama kali tayang di bioskop Indonesia pada 12 Desember 2013. Aku masih ingat betapa hebohnya promosinya waktu itu—poster bergaya superhero lokal dengan sentuhan komedi yang langsung nyangkut di kepala. Beberapa temanku bahkan cosplay karakter Om Om untuk nonton bareng, lucu banget!
Yang bikin film ini spesial adalah campuran absurditas dan kejujurannya. Sutradaranya berhasil bungkus kritik sosial dalam kemasan slapstick, mirip vibe 'Warkop DKI' generasi baru. Meski efek CGI-nya sederhana, justru jadi charm tersendiri buat penonton yang jenuh dengan blockbuster Hollywood terlalu serius.
Aku nemu info release date 'Om Om Perkasa' pas lagi ngubek-ubek arsip forum film indie. Ternyata tayang perdana hari Kamis, 12 Desember 2013—tepat seminggu sebelum libur Natal. Waktu itu sempat ramai jadi bahan meme karena adegan 'jurus sakti' Om Om yang viral di media sosial.
Yang keren, film ini rilis bersamaan dengan gelombang baru komedi lokal yang lebih nyeleneh. Kalau dibandingin sama 'The Raid' yang serius atau 'Laskar Pelangi' yang dramatis, 'Om Om Perkasa' hadir sebagai pelepas penat yang perfect buat anak muda jaman itu.
Tahun 2013 mungkin tahun biasa buat sebagian orang, tapi buat penggemar film komedi lokal, itu tahun ketika 'Om Om Perkasa' pertama kali muncul. Tayang perdana di tengah hiruk-pikuk akhir tahun, film ini sukses nyelip sebagai hidden gem. Awalnya banyak yang meremehkan karena budget produksinya kecil, tapi justru improvisasi dan chemistry para pemainnya yang bikin memorable.
December 2013 jadi bulan penting buat industri film lokal karena debut 'Om Om Perkasa'. Aku nonton ini pas weekend premiere di bioskop dekat kampus, dan theater-nya penuh sama mahasiswa ketawa guling-guling. Uniknya, film ini awalnya cuma planned untuk tayang terbatas, tapi karena respons fans di sosial media begitu positif, akhirnya diperpanjang sampai Januari 2014.
Yang menarik, konsep superhero kampung ala Om Om ternyata membuka jalan untuk film genre serupa seperti 'si juki the Movie' dan 'Gundala'. Jadi bisa dibilang ini pionir dalam menghadirkan superhero lokal dengan bumbu komedi khas Indonesia.
2026-05-16 04:16:54
2
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Ah! Sentuh Aku Lagi, Om
Wisha Berliani
9.8
96.0K
Malam itu, Celine hanya ingin melupakan luka setelah memergoki pacarnya berselingkuh dengan cara paling gila dalam hidupnya. Namun siapa sangka, pria yang menemaninya malam itu identitasnya jauh lebih mengejutkan, dan sejak malam itu hidup Celine tak pernah sama lagi.
“Ah—sentuh aku lagi, Om…”
“Cel... kamu serius?”
“Hm. Aku serius.”
“Kalau kamu minta kayak gitu… aku nggak akan bisa berhenti.”
“Aku nggak mau Om berhenti.”
Lamaran Alena hanya dianggap lelucon oleh Leon karena ia menganggap gadis itu hanyalah anak kecil yang belum mengerti cinta. Lima tahun kemudian, mereka kembali bertemu di perusahaan milik Leon. Alena yang kini tumbuh menjadi wanita cantik memilih tidak mengungkapkan bahwa dialah gadis yang pernah melamarnya, tetapi sikapnya yang sering salah tingkah justru mulai menarik perhatian Leon.
Om Budi dikenal sebagai duda mapan yang ramah dan dihormati di lingkungannya. Tidak ada yang tahu bahwa di balik hidupnya yang tenang, ia menyimpan kesepian yang perlahan mengubahnya.
Sampai Aya, keponakannya yang baru kuliah di kota, datang dan tinggal serumah dengannya.
Awalnya semua terasa biasa saja. Namun kedekatan mereka perlahan berubah menjadi hubungan berbahaya yang sulit dihentikan.
Di saat yang sama, wanita-wanita lain juga mulai tertarik pada Om Budi—mulai dari mahasiswi polos, dokter cantik, hingga wanita karier yang diam-diam menginginkannya.
Semakin lama, hidup Om Budi semakin dipenuhi rahasia, kecemburuan, dan gairah yang tak bisa ia kendalikan.
Dan tanpa ia sadari, semakin banyak wanita yang mulai terobsesi menjadi wanita paling spesial di hidupnya.
"Ini enak, Sayang ... kamu terlalu nikmat ...."
Tekanan untuk segera hamil membuat Qiara mendapatkan ide gila dengan meminta Om Bagas—selaku dokter kandungan kenalannya untuk mau menghamilinya.
Namun, harapannya berubah menjadi mimpi buruk saat dia mengetahui bahwa Om Bagas selama ini terobsesi padanya.
Akankah Qiara bisa membebaskan diri dari jeratan sang Dokter yang ingin menguasai hidupnya? Atau, dia justru terperangkap lebih dalam hingga membuat rumah tangganya hancur?
Bagi Binar Gendhis Rarasita, hidup itu sederhana— kuliah, nongkrong, dan sesekali bikin drama kecil biar nggak bosan. Sampai suatu hari, tanpa rasa malu, dia berdiri di depan seorang pria mapan yang usianya jauh diatasnya dan dengan percaya diri berkata,
"Hai Om, aku calon istrimu!"
Om yang dimaksud?
Bukan sembarang om. Dialah Kais Arfan Zaydan, pria dingin berusia tiga puluh dua tahun, pemilik perusahaan besar sekaligus sahabat baik ayah Binar!
Kais jelas menolak mentah-mentah ide gila itu. Baginya, Binar hanya gadis manja yang doyan cari perhatian. Tapi siapa sangka, keadaan justru membuat mereka terjebak dalam situasi yang memaksa Kais mempertimbangkan ulang kata-katanya.
Antara perbedaan usia, ego, dan perang mulut yang tiada henti, Binar justru semakin yakin— dialah takdir Kais.
Pertanyaannya, apakah Kais bisa bertahan dari gempuran rayuan absurd sekaligus manis seorang “calon istri” yang nekat ini?
"Kau tak takut jika Aleska tahu kita selingkuh di belakangnya?"
"Biarkan saja, dia bahkan tak mau menyenangkan ku seperti mu."
Tangan Aleska yang ingin membuka pintu kamar apartemen itu menggantung di udara. Aleska hapal sekali dengan dua suara yang sedang bermesraan di dalam kamar itu.
"Jadi mereka mengkhianati ku? Sejak kapan mereka melakukannya?"
Tubuh Aleska gemetar, dia melangkah mundur dengan pelan dan berlari keluar dari apartemen itu.
Seorang laki laki, yang tak sengaja melintas di lorong apartemen mengerutkan keningnya ketika mengenali Aleska yang berlari sambil menangis.
Gaharu Jagara Arkadewa, meminta asistennya memeriksa apa yang terjadi dengan Aleska barusan.
"Aleska menangis? Apa dia melihat sesuatu?"
#
"Om maukah menikahiku? Aku akan jadi istri penurut dan tak akan membuat Om malu. Aku janji akan jadi perempuan yang mengikuti semua kemauan om."
Gaharu, terkejut tapi dia menyeringai ke arah Aleska yang tiba tiba menawarkan diri kepadanya.
"Kau tahu, saat kau masuk ke kehidupan ku, kau tak akan bisa keluar lagi bagaimana pun caranya!"
Detik berikutnya, mata Gaharu membola ketika benda kenyal milik Aleska menempel pada bibirnya.
#
Apa yang akan terjadi pada mereka berdua selanjutnya? Dan apa yang akan di lakukan Aleska pada dua orang yang sudah mengkhianati nya?
Lalu apakah keputusan Aleska selanjutnya bersama Gaharu bisa membuatnya bahagia?
follow IG : Sangkarachan
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana 'Om Shanti Om' menenun nostalgia Bollywood klasik dengan fantasi reinkarnasi. Film ini dimulai dengan Om Prakash Makhija, seorang figuran tahun 1970-an yang mati syahid setelah mencoba menyelamatkan aktris pujaanannya, Shanti, dari pembunuhan oleh suaminya yang jahat. Dua puluh tahun kemudian, ia terlahir kembali sebagai bintang film super terkenal Om Kapoor, yang mulai dihantui kenangan masa lalu yang fragmentaris. Adegan di mana ia berdiri di lokasi syuting bekas studio yang terbakar, tiba-tiba mengingat segalanya—merinding banget! Film ini bukan sekadar balas dendam, tapi juga love letter untuk industri film India, penuh cameo dan lagu iconic seperti 'Deewangi Deewangi'.
Yang bikin menarik, plotnya bermain dengan meta-humor tentang dunia hibiran. Karakter Om kecil yang terobsesi dengan Shanti sampai rela jadi stuntman demi dekat dengannya, itu tragis sekaligus lucu. Pas bagian kedua ketika ia dewasa dan mulai 'memasuki' ingatan lamanya, rasanya seperti puzzle yang pelan-pelan tersusun. Endingnya mungkin predictable, tapi cara SRK memainkan dua peran berbeda dengan chemistry sama Deepika Padukone—whoa, itu akting kelas dunia.
Ada satu hal yang selalu bikin aku penasaran soal film-film lokal: cast-nya nggak pernah mengecewakan! Terakhir kali nonton film yang lagi hype, langsung jatuh cinta sama karakter Om Om Kekar. Ternyata yang mainin itu Abimana Aryasatya, aktor kawakan yang emang jago banget ngubah penampilan demi peran. Wajahnya sampe bener-bener beda dari biasanya, plus tubuhnya jadi lebih gede kayak binaragawan.
Yang bikin keren, Abimana itu totalitas banget. Dia sampe latihan beban berbulan-bulan buat dapetin fisik yang pas buat karakter ini. Bukan cuma fisik, tapi cara dia ngomong dan gerakin badan juga diubah total. Setelah nonton making of-nya, makin respect sama dedikasinya. Ini salah satu alasan kenapa film lokal sekarang makin layak ditonton!
Film 'Om Om Perkasa' itu lucu banget, apalagi dengan pemeran utamanya yang bikin ketawa terus. Yang jadi tokoh utama kan Raditya Dika, penulis sekaligus komika yang emang jagonya bikin orang ngakak. Dia main sebagai Om Om, karakter kocak yang selalu dapat masalah gegara kelakuannya sendiri. Chemistry-nya sama para pemain lain kayak Babe Cabita atau Tretan Muslim juga ngena banget, jadi chemistry grupnya solid. Buat yang suka komedi ringan, film ini wajib ditonton!
Radit emang bener-bener total dalam perannya, dari ekspresi wajah sampe timing banyolannya pas semua. Film ini juga jadi salah satu bukti kalo komedi Indonesia bisa diangkat dengan fresh tanpa terlalu banyak slapstick. Adegan-adegan absurd kayak pas dia ngajarin anak kecil berantem atau kejedot pintu berkali-kali itu classic banget.
Aku masih ingat betul bagaimana 'Om Om Perkasa' bikin ketawa ngakak waktu pertama tayang. Sayangnya, sampai sekarang belum ada kabar resmi tentang sekuelnya. Padahal, karakter Om Om itu punya potensi buat dikembangkan lagi—misalnya dengan petualangan baru atau konflik lebih absurd. Beberapa rumor sempat beredar di forum-film, tapi sutradara dan pemain utama belum confirm apa-apa. Mungkin mereka masih cari ide yang segar biar nggak sekadar jadi repetisi.
Kalau mau spekulasi, bisa jadi delay-nya karena pasar komedi lokal lagi penuh dengan konsep serupa. Tapi aku optimis suatu hari bakal ada pengumuman, soalnya fans base-nya masih aktif banget bahas ini di medsos. Siapa tahu tahun depan jadi kejutan?