BASTARD IN THE BUS
Dikira Lisa makhluk ghaib!
Gadis itu pun bangkit dari duduk, berjalan menuju rak buku yang terbuat dari kayu. Bentuknya artistik, ada persegi panjang vertikal, persegi panjang horizontal, segi empat sama kaki, lalu bentuk-bentuk tersebut disusun rapi sehingga menjadi bentuk persegi panjang vertikal. Banyak buku-buku menarik di dalamnya seperti desain ruang, taman, buku filsafat dalam bahasa Inggris maupun Indonesia. Ada juga novel-novel best seller luar maupun dalam negeri. Tapi ada satu buku yang menarik perhatiannya yaitu buku tebal berisi kumpulan majalah anak-anak yang dibundle menjadi satu buku. Letaknya memang agak di atas rak namun dengan bantuan kursi yang khusus disediakan, Lisa berhasil mengambilnya. Bundle buku tersebut sangat rapi. Hard cover bergambar wajah tiga orang anak, digambar menggunakan pensil. Di bawahnya terd
apat tanda tangan dan tiga huruf inisial nama, DHM. Ah, pasti ada cerita menarik di balik bundle majalah ini. Lisa membuka acak buku tersebut dan melihat-lihat sejenak karena terlalu berat. Ia meletakkannya ke tempat semula, kemudian menyusuri jajaran buku-buku lainnya. Ah, Didit. Apakah ia akan mengenalnya hanya dengan ke kafe ini. Mungkinkah Lisa bisa bertanya pada Bara sang barista? Bisa saja ia akan mendapat jawabannya. Dilihatnya Bara sedang meracik kopi pesanan pelanggan. Sepertinya ia sibuk karena semakin banyak pelanggan datang. Kebanyakan pekerja kantor di sekitar kafe Three Times Coffee.