Se connecterWARNING!!! MATURE CONTENT (21+) “Jinakanlah Gaara Maxwell, maka aku akan berhenti mengganggu hidupmu lagi.” Satu tantangan Esther terima dari Vinson ketika dia kepergok sedang dicumbu oleh Gaara didapur pria itu. Menjinakan Gaara Maxwell yang liar tentu bukan perkara mudah, tetapi Esther akan memanfaatkan sifat Gaara yang hobby sekali nyosor. Jika pada akhirnya dia bisa lepas bebas dari gangguan si Vinson yang terkutuk, maka Esther akan melakukannya meskipun bertentangan dengan prinsip hidupnya. Namun satu hal yang dia sesali atas keputusannya adalah dia tidak tahu bahwa cinta nyatanya selalu muncul disaat yang tidak terduga.
Voir plusChapter one
The gallery was bustling with activity as Isabella made her way through the crowds. She was here to see the work of a new artist, one whose paintings had
caught her eye in a local magazine. His name was David, and from what she had read, he was a humble painter who lived a simple life.
As she approached his section of the gallery, Isabella saw him standing by his paintings, talking to a group of admirers. He caught her eyes immediately - he was tall and lean, with sandy brown hair and bright blue eyes. He wore a simple white shirt and jeans, and his hands were stained with paint.
She took a deep breath and approached him, trying to keep her nerves under control.
"Excuse me," she said, "I'm interested in buying one of your paintings."
He turned, his eyes lighting up with a smile. "Of course," he said. "Which one caught your eye?"
Isabella pointed to a painting of a sunset, its vibrant colors swirling together in a beautiful display of light and shadow. "This one," she said. "It's stunning."
David grinned. "That's one of my favorites," he said. "Let me get it down for you."
As he retrieved the painting and wrapped it carefully, she couldn't help but feel drawn to him. There was something about his easy smile and down-to-earth manner that made her feel comfortable.
Little did she know tha, this simple interaction with David was about to change her life in ways she never could have imagined.
Isabella had always been a driven woman. She had started her own business from scratch and had worked tirelessly to turn it into a billion-dollar empire coupled with her rich family connection.
But despite her success, there was one thing that had always eluded her - true love. With all her wealth and power, Isabella feels unfulfilled and lonely and longs for a deeper connection with someone.
She has had her share of deceit and gold diggers as she had just shed some tears in the corner of her office. “ I refuse to be down, “ she said, “ Jackson can go to hell for all I care “ she fumes.
Jackson is the recent ex-boyfriend whom Isabella has just found out that his intentions don’t match his actions. She takes one more glance at the local magazine she held and decides to walk down to the gallery to look at some art and clear her head.
“ I am Isabella, what about you ?” David smile. "David Jonas at your call, my lady” Isabella got lost in thoughts in his eyes, those bright blue sexy eyes aren’t something to look away from.
"I love your painting, “ she said, “ it all looks amazing” he smiled again Thank you”. She pointed to other paintings that were close by “I wish that I could take it all, it’s so beautiful."
He chuckles “ Remind me to give you a discount when next you come around” he pauses You know what? I will give you a 30% discount on any painting you choose."
She couldn’t accept such an offer from an upcoming, striving, young fine man who she obviously couldn’t keep her eyes away from ever since the moment she stepped into the galler.
“Please don’t do that” shy away “I wouldn’t want to impose something like that on you on our first meeting”
David asked, “Does this mean that there will be a second meeting?”
She answered, “What do you think?” They both smiled.
Isabella felt an immediate connection to him, but she knew that if he found out about her wealth, he would see her as just another rich woman looking for a fling.
So she decided to play it cool. She approached him like any other customer, admiring his paintings and asking him about his process. David was friendly and easy to talk to, and Isabella found herself enjoying the conversation.
David Jonas was busy arranging his new collection when he heard the door of his art gallery open. He turned around to see a stunning woman walking towards him, her eyes sparkling in the light. "Hi there," she said, smiling at him.
"I looked through the window and noticed you aren’t occupied and thought I'd come and take a look and say hi”
David smiled back, feeling a little nervous. He wasn't used to talking to such a beautiful woman and he didn’t think that she would be back.
"I'm David once again,” he said, extending his hand.
"Welcome to my gallery." They laughed.
As they walked around the gallery, Isabella asked David about his paintings, his inspiration, and his background. David opened up to her, telling her about his struggles as a young artist and his dreams of making it big one day.
Isabella listened with rapt attention, her eyes never leaving his face.
"I love your work," she said finally, as they stood in front of one of David's paintings. "You have real talent."
David blushed, feeling a surge of pleasure at her compliment. "Thank you," he said. "That means a lot to me."
They continued to talk for a while longer, discussing art, life, and everything in between. David found himself drawn to Isabella's intelligence, her wit, and her beauty. He couldn't help but feel a little smitten with her.
He asked her about work, life, and relationships and she lied about everything. She claims that she is between jobs but presently works as a secretary in her company, She told him that she comes from a poor family and she is in Chicago to make ends meet. David couldn’t stop looking into her eyes as he loved her sincerity.
As they were about to say goodbye, Isabella hesitated. "David," she said, biting her lip. "I know this might sound forward, but would you like to go out for a drink with me sometime? I'd love to talk to you some more."
Baiklah ini mungkin sedikit tentang keluarga pasutri muda. sebenarnya tidak ada yang terlihat wah atau bagaimana kecuali fakta bahwa mereka mulanya adalah pasangan yang terlihat abnormal tetapi nyatanya bisa membuat sebuah keluarga yang terlampau manis bak gulali, apple candy, dan kue lapis legit. Namun terkadang juga bisa sepahit kopi, se asam lemon, se asin garam. Ya, barangkali inilah alasan mengapa hidup itu tidak selalu tentang satu rasa, sebab manis itu sendiri tidak akan pernah berarti bila tidak ada rasa yang lain. Hidup tidak melulu soal bahagia.Matahari sudah meninggi, teriknya telah menghidupkan semesta mencoba mengintip dari celah tirai jendela yang sengaja belum dibuka. Seiring dengan langkah Gaara yang sampai di ujung tengah dan lekas membuka pelan pintu kamarnya.Lelaki itu berjalan tanpa suara, seraya mengukir senyum yang paling sempurna. Kedua matanya memancarkan cahaya yang lembut, tampak sekali bahwa pria tersebut menyukai sosok wanita yang masih meringkuk nyaman d
Tidak disangka hari yang ditunggu akan tiba. Dia juga tidak habis pikir bahwa akan tiba masanya dia akan mengenakan pakaian serba putih dan didandani dengan cantik, terlebih nantinya dia akan bersanding dengan pria yang dia cintai. Senyuman manis terpatri di wajah Esther yang sudah dipoles dengan make up sedemikian rupa. Gadis itu sama sekali tidak bisa berhenti tersenyum untuk moment ini. Hari ini dia akan menikah, dengan seseorang yang dulunya adalah bad boy di kampus, lelaki yang mulanya hanya dijadikan sebagai objek taruhan antara dia dengan Vinson. Ceritanya memang selucu itu, tetapi tidak memudarkan bahwa cinta yang dia miliki kepada sang pria adalah cinta yang tulus.Setelah lulus dan berpacaran selama kurang lebih tiga tahun, Gaara datang ke kediamannya dan dengan gentle meminang Esther di depan ayahnya. Lamaran itu datang tanpa diduga sama sekali oleh Esther, dan dia teramat bahagia mendengar kesungguhan Gaara terhadapnya. Selang beberapa waktu, pria itu langsung sibuk memper
Esther terbangun karena rasa lapar di perut. Dia berbalik dan menemukan sepasang mata Gaara yang menatapnya dengan intens.Dia tertidur saat ditengah permainan, dan ranjang Gaara sekarang sudah menjadi favorit Esther. Dia tidak mau meninggalkannya.“Hei,” sapa gadis itu pada sang pemuda, dia tersenyum malu-malu.“Hei,” balas Gaara membalas senyumannya. “Kau lapar ya?”Esther mengangguk.“Aku sudah memanaskan sup dan ada sedikit roti juga. Mungkin rasanya tidak akan terlalu cocok, tapi aku pribadi memang jarang makan dirumah.”Esther terkekeh. “Kau seperti cenayang, bagaimana kau bisa tahu aku lapar?”“Aku mendengar suara perutmu.”Wajah Esther memerah, sementara Gaara malah tertawa. Mereka kemudian makan bersama di tempat tidur. Makan terakhir yang Esther makan memang hanya sarapan di pesawat. Rasa lelah membuat Esther melupakan banyak hal termasuk urusan mengisi perut. Dan meski Gaara bilang rasanya mungkin tidak sesuai, tetapi bagi Esther makanan itu adalah yang paling nikmat yang p
“Menurutmu apa aku punya pilihan Gaara?” Dia merasakan air mata membasahi pelupuk mata. “Aku sendirian. Jika ada satu kesempatan bagiku untuk bisa menyelamatkan diri, tentu aku akan melakukannya.”“Bagaimana bisa kau melakukan itu sementara—”“Siapa yang kau pikir akan menolongku saat itu? Apakah kau Gaara? Kau? Tentu saja aku tidak pernah berpikir kesana karena aku orang asing bagimu sementara Vinson adalah teman baikmu. Dan apa yang kau lakukan saat kau tahu aku kesulitan di kampus ketika Vinson membully-ku? Kau tidak melakukan apapun.” Gaara hendak memotongnya, tetapi Esther segera mengangkat tangan mencoba untuk menghentikan apapun yang akan lelaki katakan sebagai bentuk dari pada pembelaan. “Kita pernah membicarakan ini dulu sekali. Aku tidak berusaha sedang menyalahkan keadaan ini kepadamu. Faktanya, memang pada saat itu aku tidak punya seorangpun yang bisa menolongku. Pada akhirnya aku hanya harus melakukan sesuatu agar aku bisa menyelamatkan diriku sendiri. Terus terang taruha






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires