Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Kehamilan×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Kehamilan Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Kehamilan short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Kehamilan.
Hatinya Memohon, Tangannya Merusak - undefined novels & stories
Eternity
Pada makan malam keluarga hari Minggu lainnya di kediaman Brahmani, asisten Luca Brahmani, Eva Miskandar, sedang duduk di kursiku. Tempat itu adalah kursi pertama di sebelah kanan Luca di meja makan panjang dari kayu walnut. Kursi itu diketahui semua orang di dunia mafia Kota Chicandi sebagai milik Nyonya Brahmani. Eva duduk di sana seolah-olah kursi itu memang terlahir untuknya. Pergelangan tangannya yang pucat, sesekali menyentuh lengan baju Luca saat dia menuangkan anggur untuk pria itu. Aku berdiri di ambang pintu dan menatapnya. "Dia duduk di kursiku. Nggak ada yang ingin kamu katakan?" Luca mengangkat pandangan. "Kamu terlambat. Jangan salahkan orang lain karena duduk duluan. Masih ada kursi kosong di sana. Kalau mau, duduklah. Kalau nggak, keluar." Ruang makan itu langsung sunyi senyap. Bahkan sebelum sempat menjawab, isi pikirannya sudah masuk ke telingaku. 'Vivian, jangan pergi. Duduklah di sampingku. Katakan pada mereka itu kursimu. Katakan kalau kamu masih ingin menjadi istriku.' 'Tolong marah. Tolong bersikap peduli. Katakan kalau kamu butuh aku dan aku akan memberikan seluruh dunia untukmu.' Dulu, pikiran yang lembut itu telah membuatku merasa lebih dari cukup. Aku pasti akan menerima penghinaan ini dan tetap tinggal di sisinya seperti anjing setia yang tidak tahu kapan harus pergi. Namun kali ini, aku tidak melakukannya. Aku melepaskan cincin pernikahan dari jariku dan meletakkannya di atas meja. "Kalau Keluarga Brahmani bahkan nggak bisa mempertahankan kursi seorang Nyonya untukku, kurasa keluarga ini sudah nggak butuh seorang Nyonya lagi. Luca, mari kita bercerai."
Membawa Anak Kembarku Dan Meninggalkan Kenangan Pahit - undefined novels & stories
Bagel
Saat cinta pertama suamiku sedang sekarat melahirkan, ayah mertuaku, bos mafia Keluarga Lantara, menempatkan sepuluh pria bersenjata di depan pintu kamarku. Mereka berjaga dengan siaga penuh, takut aku akan menerobos masuk ke ruang bersalin dan mengacaukan kelahiran pewaris pertama Keluarga Lantara. Namun, aku bahkan tidak menyentuh pintu itu. Bahkan ketika tangisan bayi yang baru lahir menggema di sepanjang lorong, Ibu Logan, nyonya keluarga itu, mengembuskan napas panjang penuh kelegaan sambil menggenggam erat tangan wanita yang terbaring di ranjang rumah sakit. "Calista, kami ada di sini. Si Stella mandul itu nggak akan bisa ganggu kamu ataupun cucuku." Logan membungkuk, lalu menyeka keringat dingin di dahi Calista. Tatapannya dipenuhi kelembutan. "Jangan khawatir. Ayah sudah perintahkan anak buahnya untuk kunci seluruh rumah sakit pribadi ini. Kalau dia berani bikin keributan, aku sendiri yang akan mencoret namanya dari catatan keluarga." Barulah setelah memastikan aku tidak akan datang membuat masalah, dia benar-benar merasa tenang. Logan tidak mengerti. Di matanya, dia hanya sedang membalas budi, memberi seorang wanita yang akan segera meninggal seorang anak untuk meneruskan namanya, membantu cinta pertamanya mewujudkan harapan terakhirnya. Mengapa aku tidak bisa menerimanya dengan lapang dada? Mengapa aku tidak bisa melihat gambaran yang lebih besar? Senyum puas terukir di bibir Logan saat dia memandangi bayi yang terbungkus selimut itu. Dia bahkan berpikir bahwa jika aku mau merendahkan harga diriku, mengakui kesalahanku, dan menunjukkan sedikit kebaikan kepada Calista, dia akan memaafkan sikap dinginku selama ini sepenuhnya. Dia akan menebus semuanya kepadaku, bahkan memberiku gelar sebagai ibu dari anak itu, membiarkanku tetap mempertahankan posisiku sebagai istrinya. Namun, yang tidak dia ketahui adalah bahwa aku sudah menandatangani surat cerai yang disiapkan pengacaraku. Dalam seminggu, aku akan memutus semua hubungan dengan Keluarga Lantara, membawa kedua bayi kembar yang tumbuh di dalam kandunganku dan pergi. Kami tidak akan pernah bertemu lagi, bukan di kehidupan ini maupun kehidupan berikutnya.
PREV
12
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status