Novel
Cerita Pendek

Genre

Mafia×
Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Teman Masa Kecil×
Semua
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Kesadaran Diri×
Semua
Menggoda
Dewasa 18+
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek Teman Masa Kecil Mafia & Novel Kesadaran Diri

Temukan kumpulan cerita pendek Teman Masa Kecil Mafia yang menarik dengan latar Kesadaran Diri, alur cerita yang memikat, dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Jujur atau Tantangan: Aku Pilih Pergi - Mafia novel & cerita
Bagel
Setiap kali bermain game "Jujur atau Tantangan", Clara, teman masa kecil pacarku, selalu menantang Ronan untuk mengerjaiku, sedangkan Ronan tidak pernah menolak, dia berpura-pura melamarku. Terakhir kali, aku sempat percaya dengan tipuan mereka. Aku mengulurkan tangan dengan senang hati, tetapi komponen di dalam cincin itu tiba-tiba menjepit jariku, seketika itu juga aku menjerit kesakitan. Ronan dan Clara tertawa terbahak-bahak, mengabaikan jariku yang sudah membiru karena terjepit. Setelah itu, Ronan menahanku di dinding dan bersumpah bahwa dia akan serius melamarku tahun ini. Sehingga ketika pengawalnya mengantarku ke klub elite tempat kami pertama kali bertemu, aku mengenakan gaun sutra putih yang mahal, menata rambut, bahkan berdandan secantik mungkin. Aku juga membayangkan momen lamaran yang mengharukan, membayangkan aku menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, aku bersedia." Namun begitu aku membuka pintu ruang VIP, betapa terkejutnya diriku, ada seseorang yang mengguyur segelas anggur merah ke wajahku. Minuman itu menetes dari dagu dan membasahi gaunku. Tawa seorang wanita langsung pecah di tengah kerumunan. "Sudah kubilang, Aurora pasti datang, 'kan? Ronan, kamu kalah!" Ronan menghampiriku dengan wajah pasrah. Pria itu mengusap wajahku menggunakan tisu dengan lembut, nada suaranya masih selembut biasanya. "Kamu dandan demi aku, ya? Sayang sekali, gaunmu jadi kotor." "Clara menantangku bertaruh apakah kamu berani datang ke klub kita malam ini, aku yakin kamu pasti datang. Taruhannya seperti ini: Kalau kamu nggak datang, aku akan melamarmu besok. Sebaliknya, kalau kamu datang, maka lamaran ini diundur tahun depan." "Maaf, Sayang. Karena kamu datang, jadi kita batal menikah tahun ini." Aku menatapnya. Setelah terdiam lama, aku bertanya, "Apa kamu ingat besok itu hari apa?" Pria itu mengangkat bahu sambil tersenyum. "Tentu, besok adalah hari jadian kita yang keenam tahun, aku nggak mungkin lupa." Anggur merah itu mengalir melewati tulang selangkaku, rasa dingin dan lengketnya membuat tubuhku menggigil. Tiba-tiba, semua terasa sia-sia. Hari jadian kami tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan salah satu lelucon mereka ini. Orang sepertiku tidak pernah bisa menang melawan teman masa kecilnya, Clara. Aku melepaskan gelang perak yang terus kupakai selama enam tahun dari pergelangan tanganku. "Semua sudah berakhir, kita putus!"
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah - Mafia novel & cerita
Bagel
Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
Menjadi Bayangan Kembaranku, Aku Selalu Mendapatkan Sisa - Mafia novel & cerita
Eternity
Saat memilih perhiasan untuk pernikahan kami, Landon tetap membeli dua buah dan membiarkan saudari kembarku, Selly, memilih lebih dulu. Yang satu adalah gelang bertatahkan batu rubi dari sebuah lelang di Silia. Yang satunya lagi adalah gelang batu oniks hitam keluaran biasa, model yang dijual di hampir setiap toko perhiasan di pusat perbelanjaan. Untuk pertama kalinya, aku bergerak lebih cepat daripada Selly. Aku menunjuk gelang rubi itu. "Kali ini, boleh aku yang pilih lebih dulu?" Landon mengusap puncak kepalaku dengan sikap penuh kasih yang biasa dia lakukan setiap kali ingin membuatku menurut. "Selly selalu keras kepala soal kualitas. Kalau bukan yang terbaik, dia nggak bakal mau. Kamu 'kan nggak terlalu peduli soal beginian, Lena. Lagian, yang satunya juga nggak jelek." Aku tidak langsung menjawab. Ada sesuatu di dalam hatiku yang tiba-tiba terdiam. Di keluargaku sendiri, Selly selalu mendapat bagian pertama, tempat duduk terbaik, dan kamar dengan pemandangan paling indah. Ibuku selalu berkata Selly pantas mendapatkan yang terbaik karena dia lebih mampu menjaga nama baik Keluarga Bernadi. Ayahku menyebutnya sebagai keputusan yang masuk akal. Begitu pula dengan pernikahan. Keluarga Bernadi dan Keluarga Mardana sudah lama berjanji akan menikahkan salah satu putri mereka dengan pewaris Keluarga Mardana, bahkan jauh sebelum kami berdua mengerti apa itu cinta. Semua orang mengira putri itu pasti Selly. Namun, Selly sudah menunjukkan sikapnya dengan sangat jelas. Dia lebih memilih mempertahankan kebebasan dan citra sempurnanya di mata publik daripada menjadi Nyonya Keluarga Mardana. Karena itulah Landon beralih kepada putri Keluarga Bernadi yang lain. Aku sudah mengenal Landon selama 20 tahun. Di dunianya, posisiku selalu berada di belakang Selly. Aku menatap gelang oniks hitam yang tergeletak di atas meja, lalu mendorongnya kembali. "Selly saja yang ambil dua-duanya. Aku nggak jadi pilih." Aku tidak mau lagi menjadi pilihan sisa. Tidak akan lagi.
Tunangan Mafiaku Salah Memilih - Mafia novel & cerita
Asteria
Tunanganku, seorang bos mafia, dan aku sudah lama berencana menonton Piala Dunia bersama di Amaraya. Namun, di hari keberangkatan, aku menunggu di bandara selama tiga jam, tetapi Stefano tak kunjung datang. Setelah malam tiba, telepon darinya akhirnya masuk. “Maaf, Vanessa,” katanya dengan nada santai seperti biasa. “Aku lupa kasih tahu. Kiara semalaman terlalu bersemangat mau nonton Piala Dunia sampai dia nggak bisa tidur. Jadi aku berangkat duluan. Kami berdua baru saja mendarat.” Stefano terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Kamu menyusul sendiri saja nanti. Besok kita ketemu di stadion.” Aku terpaku. Aku sudah menantikan Piala Dunia ini sejak lama. Setelah pertandingan usai, kami bahkan berencana terbang ke Malakai untuk pemotretan pranikah. Namun, hanya karena satu ucapan sederhana dari sahabat masa kecilnya, aku ditinggalkan. Dia sama sekali tidak tahu kalau demi menemaninya, aku bahkan rela menolak dua proyek besar bernilai triliunan rupiah. Setelah terdiam cukup lama, aku akhirnya tertawa pelan. “Aku jadi nggak mau pergi. Kalian berdua saja yang bersenang-senang.” ... Keesokan harinya, aku melihat unggahan terbaru Kiara di media sosial. Dia berdiri bergandengan lengan bersama Stefano di samping pemain sepak bola terkenal Meska di foto itu. Keduanya tersenyum cerah. Tulisan pada keterangan foto itu berbunyi, (Terima kasih, Stefano, karena sudah mewujudkan mimpiku berfoto bersama Meska! Kamu selalu ada di setiap momen penting dalam hidupku.) Aku dengan tenang menekan tombol suka, lalu menelepon seseorang. “Tolong batalkan pernikahanku yang dijadwalkan dua minggu lagi.” Aku sudah tidak ingin melanjutkan hubungan ini. Sudah waktunya kembali menjadi seorang putri mafia.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status