Mardiana Kappara
Bagaimana kalau sebuah perkara korupsi yang terlihat sah di mata publik sebenarnya digerakkan oleh luka pribadi seseorang yang mempunyai akses terhadap kekuasaan negara?
Kadrun hanyalah pegawai biasa yang bekerja dalam rutinitas birokrasi. Sampai kejanggalan dalam program hibah modal bagi pengrajin batik menyeretnya ke pusaran yang tidak pernah ia bayangkan. Semakin jauh ia mencari tahu, semakin banyak nama, uang, dan kepentingan yang terhubung. Ancaman mulai mendekati keluarganya, sementara orang-orang yang semula dipercaya perlahan menunjukkan wajah berbeda.
Namun Kadrun terlambat menyadari bahwa uang bukanlah satu-satunya alasan perkara itu bergerak. Di balik proses hukum yang tampak resmi, ada dendam lama yang belum selesai—dan seseorang yang tahu bagaimana menggunakan kekuasaan untuk membayarnya.
Ketika Kadrun akhirnya duduk sebagai terdakwa, ia harus menghadapi kenyataan paling menakutkan: bagaimana melawan seseorang yang mampu membuat dendam pribadi terlihat seperti penegakan hukum?
4.1K