Satu Gadis Tiga Lelaki
Usai semua siap, si pengawal pribadi lantas mengambil kursi roda yang terparkir di sudut kamar.
“Bersiaplah, kita akan keluar dari tempat ini,” bisiknya pada sang majikan.
***
“Assalamualaikum.”
Sekali lagi Gio mengucap salam. Namun, kali ini suaranya sengaja dibuat sedikit lebih lantang karena teriakan yang sebelumnya tidak mendapat jawaban dari si empunya rumah.
“Waalaikumsalam,” sahut Eri dari dalam. “Siapa, sih, malem-malem bertamu? Nggak sopan banget,” gerutunya seraya beranjak membuka pintu. “Gio?”