LOGINMenceritakan cerita cinta Gendhis Astari Wijaya mantan calon madu Assyifa Furqon di Season 1 Selir Kesayangan Suamiku, justru sedang melakukan perjodohan dengan Mulki Furqon Syawiyan adik kandungnya. Padahal Mulki tahu jika Gendhis adalah 'Sugar Baby' kakak iparnya, Rio Gunawan. Dia ingin melindungi rumah tangga kakak perempuannya dengan menikahi CALON MADU- nya. Apakah ide gila Mulki ini di terima oleh keluarganya? Bagaimana dua orang dengan latar belakang hidup saling bertolak belakang di satukan takdir dalam ikatan pernikahan. Bukan tentang seberapa Bajingann di masa lalu, namun seberapa banyak usaha untuk memperbaiki diri dan Allah memantaskan jodohmu. SEASON 2 DARI NOVEL SELIR KESAYANGAN SUAMIKU
View More"You will marry the Alpha heir of the Burning Moon pack before next month."
I quietly watch as the packhouse buzzes with activity as my stepfather’s command continues to engulf my troubled thoughts. It’s just a few days shy of my 18th birthday, but they aren't preparing for my birthday. They are getting ready to welcome the Alpha and Luna of the Burning Moon pack, along with their Alpha heir.
A month ago, my step-father, Alpha Donovan, arranged a marriage contract between the Alpha heir of the Burning Moon Pack, Weston Mercury, and I. I have never met him before. As a diplomatic pawn, that was my biggest value as the Alpha's step-daughter and the daughter of the previous Alpha.
Casually summoned to his office, my step-father unceremoniously called me into his office to condemn me to a future with the unknown, and, with a commanding tone, informed me of this fact without giving thought to my wishes or hope of waiting for my fated mate.
Summoning up my courage, I tried to question this arrangement, "Why me? Why not Sasha? She's already 20, she's already shifted and has her own wolf!"
My words were interrupted by my step-father, "This is the arrangement! Sasha needs to complete her education at the Werewolf Academy. She will become an excellent warrior and mate to her fated mate. Whereas you are merely the descendant of a defeated; you don't deserve those opportunities."
"But I..." I looked towards my mother, who was standing quietly beside us. She looked at me with despair, and I saw tears shimmering in her eyes as she subtly shook her head.
"No 'buts'! Don't make me punish you in front of your mother," my step-father said, giving me one of his disgustingly covetous glares that told me just how desperate his sinister intent had become. He was looking for any excuse to justify his sick and sinister desires he would “be forced” to inflict on me.
Shortly after he made sure his message was received by both of us, he slammed the door as he left.
"An excellent warrior?" I scoffed inwardly. During the last holiday when my step-sister came home, I overheard her conversation with a friend. Her academic performance at school wasn't good, and her expertise lay in flirting and sleeping around with male werewolves.
I settled myself into the middle of my bed, surrounded by an abundance of soft, cushy pillows and mink blankets, opening my laptop to check my email. Nothing.
My sole wish in this world is to go to college and flee from this werewolf society to escape the archaic traditions, rules, and hierarchy. No one knows that I secretly applied to several human universities. Growing up, being treated as a lesser wolf because of my dead father fueled me; giving me the strength and grit I needed to make sure that my academic performance was excellent so that one day, I could liberate myself from this goddess forsaken pack.
Sadly, the tiny shred of hope that kept fueling me was finally crushed once and for all with my step-father’s command, dictating my future. My dream of freedom would be long forgotten and always forbidden.
Ever since my biological father died back in the Pack Wars and my step-father, or Alpha DICKovan as I like to call him, took over the pack, our lives changed.
Alpha Douchebag…mmm, that’s another good one too…called all of our original pack members to the packhouse for a mass meeting. We gathered and he wasted not even a sliver of a millisecond declaring us all second-class werewolves.
This meant we could no longer hold important positions within the pack. First priority to get the opportunity to enter a werewolf university is only given to the current pack heirs, and definitely not pack members originating from a pack’s fallen, deserted, or defeated Alpha.
What that meant to me was that there was not even a snowball’s chance in hell that I was ever going to get priority admissions and I most likely wouldn’t even be granted admission at all.
To add insult to injury, according to the human’s federal government, as a werewolf, I can hardly receive any financial assistance to attend a human university.
At that moment, I felt a fast building pressure in my mind, a signal that someone is attempting to mind-link me. I quickly opened my link to listen for someone to speak to me. As soon as I heard the voice, I rolled my eyes listening to Alpha Sleazeball.
Come to the Alpha’s office immediately!
Yes, Alpha.
Could he be any more rude about it? What a dick.
ANAK PEREMPUANKU DAN SEJUTA MASA LALUNYA!"Kenapa? Kenapa aku yang harus bertanggung jawab atas kebahagiaan Kakak kandungku? Bukankah selama ini kau yang mengecewakan Kakak kandungku, Mas?" ledek Mulki."Mas Rio, Mas Rio. Kau ini aneh dan lucu sekali, kau itu jangan mencari kambing hitam atas rasa cemburumu. Kenapa? Kau masih tak terima kalah dariku? Dari tadi semua ucapan dan pembicaraanmu itu selalu berputar-putar arah! Pembicara kamu sungguh tak jelas seperti itu, kau di sini yang salah tapi kau tak mau mengakui kesalahan," ujar Mulki lirih. Dia tak enak juga jika mama Gendhis mendengarnya.Rio terdiam, dia hanya mengusap wajahnya dengan kasar. Tak lama kemudian Bu Ririn datang dari belakang, sudah tak mengenakan mukena lagi. Hanya mengenakan gamis panjang dan jilbabnya. Tak lama Gendhis menyusul di belakang sang Ibu sambil membawa nampan minuman dan meletakkannya di hadapan Rio."Maaf ya lama," kata Mama Gendis."Oh tidak apa apa, Tante. Kebetulan saya juga baru datang," sahut Mu
KENAPA HARUS AKU YANG BERTANGGUNG JAWAB?Mendengar ucapan Rio itu Gendis terdiam, dia tak mengira Rio akan menilainya seperti itu. Dia cukup kaget meskipun apa yang dikatakan Rio adalah kebenaran. Dia tak mengira serendah itu harga dirinya di hadapan Rio."Apakah sebegitu hina aku di hadapanmu, Mas?" Tanya Gendis dengan mata berkaca-kaca.Rio terdiam diam memandang ke arah wanita yang begitu dia cintai itu, kemudian dia menyadari kesalahannya. Mata cantik itu dulu pasti akan nyalang ketika dia melakukan kesalhan, langsung mendebat tanpa ampun namun sekarang semua sudah berbeda."Dia berubah," batin Rio dalam hati, justru berubahnya Gendhis membuat lelaki itu sedikit ketakutan.Rio meneguk ludahnya dengan kasar dan merutuki kebodohannya sendiri. Ya, karena emosinya tadi dan tak bisa menahannya, sampai dia mengucapkan sesuatu yang mungkin menyakiti hati Gendis. Rio pun melirik Gendhis lagi, wanita itu masih diam. Alih-alih marah justru Gendhis terlihat menyeka air matanya yang mulai
SEHINA ITUKAH AKU DI HADAPANMU, MAS?"Lalu kenapa kau menikah dengan Mulki?" cerca Rio."Aku tidak menikah dengan Mulki!" tegas Gendhis."Gendhis," panggil Mulki lirih, semua menoleh ke arah Mulki. Dengan cepat Gendhis memberikan kode pada lelaki itu, Mulki paham dan diam. Memang kalau di pikir lagi ucapan Gendhis benar, mereka belum menikah tak ada yang salah. "Halah omong kosong!" bentak Mulki."Demi Allah aku tidak menikah dengannya sekarang," sahut Gendhis dengan cepat"Tapi Mulki kan melamarmu," sanggah Rio. Gendhis menghela nafas panjang, sepersekian detik otaknya harus di paksa berpikir secepat mungkin agar dia bisa berkilah namun tak berbohong hanya dengan penyusunan kosakata."Tadinya memang begitu, tetapi aku telah membatalkannya," jawab Gendhis."Membatalkannya? Benarkah? Kau tak berbohong kan? Mengapa kau membatalkannya?" tanya Rio menatap ke arah Mulki dan Gendhis bergantian."Benar Mulki?" selidik Rio. Mulki diam tak menjawab namun dia menganggukkan kepalanya perl
AKU TIDAK MENIKAH DENGAN MULKI!"Allah itu maha pengampun, mungkin doa istrimu, doa mertuamu, atau doa orang tuamu yang dikabulkan Gusti Allah. Bersyukurlah atas itu, jangan sampai kau memiliki pemikiran POLIGAMI lagi!" bentaknya."Lantas kenapa kau berulah lagi? Kenapa kau datang ke sini marah-marah tak jelas seperti ini?" tanya Gendhis."Tak jelas katamu? Hah? Tak jelas? Hahaha!" teriak Rio dengan menatap nyala ke arah Gendis.Entah setan mana yang sedang menyambetnya, dia tiba-tiba maju dan mencengkram dagu Gendis dengan keras, sampai kuku itu sedikit menusuk ke pipi Gendhis. Wanita itu pun meringis kesakitan."Lepaskan!" perintah Mulki. "Tak usah ikut campur!" bentak Rio tanpa menoleh Gendis.Gendhis memberikan kode kedipan mata, membuat Mulki diam. Meski sangat ketakutan, Gendhis berusaha kuat. Jujur saja sekarang dadanya berdetak sangat kencang sekali, dia tak mengira Rio berani sekasar ini. Rio yang pendiam tiba-tiba berubah menjadi arogant bahkan kasar dan cenderung frontal
AKU HANYA INGIN NAMAMU TERCANTUM DI AKTA BUKAN HARTA!Sekarang mereka semua mengikuti semua strategi yang di perintahkan oleh RIo. Mereka semua bersembunyi di salah satu ruangan seperti gudangnya namun bukan berbatasan dengan tembok tapi terbuat dari triplek sehingga mereka bisa mendengar dengan je
KONSEP KELUARGA!Sifa menangis mendengar jawaban Abahnya yang memang terasa menyakitkan baginya. Sebagai istri, Sifa yang tersakiti, Sifa juga yang harus legowo."APAKAH SURGA HARUS SESAKIT INI, BAH? MAS?" tanya Sifa tegas dan penuh penekanan."Nah itu Mulki yang lebih tahu. Bagaimana Le?" tanya Ab
APAKAH SURGA HARUS SESAKIT ITU, BAH?"Tapi Sifa bukankah kau terlalu...""Kenapa? Kau keberatan dengan permintaanku, Mas? Kau tak lupakan tentang perjanjian khulu' itu atau perlu aku bacakan perjanjian itu di depanmu?" tantang Sifa.Rio hanya terdiam sekarang, percuma saja dia berkata apapun rasany
MENGUNGKIT KHULU'"Nduk! Kau tak usah memulai. Kalau kau terus begini, maka Abah rasa kau lebih baik pulang dulu. Untuk apa jika kau di sini tapi tak bisa mengontrol emosimu? Kita di sini itu untuk mencari solusi bukan untuk memperkeruh keadaan. Kalau memang kau tak ingin bersama suamimu lagi maka


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.