Malam Membara Bersama Pamanmu
“Bicaralah yang benar! Cry, bukan cly. CRY! C-R-Y! Say it louder, CRY!”
Elea—yang memang pelafalan ‘R’ nya belum sempurna pun menangis sekeras-kerasnya.
“HWEEEE!”
Di tepi ranjang, Liora memijit keningnya dengan mata tertutup tak berdaya.
Sementara di luar, Kayden yang menggendong Elea seperti membawa ikan hasil pancingan.
Elea menggeliat, memberontak, minta diturunkan agar bisa membalas kakak lelakinya.