SELALU SALAH
aku begitu antusias.
Kami melanjutkan perjalanan kembali, setelah menghabiskan waktu di Paralayang.
"Kok ke sini, Mas?" aku bingung, karena kami bukannya ke kebun apel.
"Katanya mau ke kebun apel?"
"Ini kan agrowisata?" aku bertanya-tanya.
"Sama saja, kan. Ada kebun apelnya juga."
Wijaya Agrowisata. Tertulis jelas di gerbang masuk. Ini kan wisata petik buah paling terkenal di kota Batu. Tunggu, Wijaya kan nama Papa, apa jangan-jangan ini milik mereka juga?
Hot Chapters