Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OBSESI BARA

OBSESI BARA

ucapnya sembari memberontak. "Jangankan mengerti, akalmu saja sudah tidak bisa berpikir. Entah mau bilang apa aku padamu Mas, tapi kau ... kau sudah tidak waras! Menjadikan akalmu tidak mau berpikir antara hak dan kebatilan. " "La... " Laila semakin menarik tangannya hingga terlepas, bahkan ucapan Bara langsung terdiam saat itu juga. "Jangan pernah berharap bahwa aku menginginkan kamu, Mas! Jangankan menyentuhmu, memandangmu saja sudah membuatku jengah! "
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 763 kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

Alma sedang sibuk bermain bersama kedua kakaknya, walaupun Alma hanya bagian memberantakan mainan. “Adek, jangan gitu dong. Ini kan kakak sudah susun yang rapi!” teriak Rikel. Alma tidak menggubris terus saja sibuk dengan kegiatannya sendiri. Semua yang melihat pun tertawa melihat tingkah Alma yang menggemaskan. “Assalamualaikum,” sapa Bara dan Alina bersamaan. “Waalaikumsalam, cepat kalian pulangnya?” tanya Bizar.
1017.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 597 kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Waktu mereka masuk ke dalam alam ketiadaan. Barata merasakan sensasi kesemutan dan getaran hebat di sekujur tubuhnya. Bagian-bagian tubuh yang sebelumnya tak berfungsi menunjukkan sedikit peningkatan yang membuat dia menjadi semangat. Di sisi lain, Hyang Barakala tidak hanya mengompres seluruh energi yang mengitari tubuhnya. Dengan satu tatapan yang serius serta mematikan, dia menarik seluruh energi tersebut dan menyatukannya dengan tubuhnya. Lantas, dengan sebuah gerakan sederhana, Hyang Barakala melesat maju ke arah Barata.
1058.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Dewa melirik Harun datar. “Gimana?” “Apanya yang gimana?” Harun melirik Dewa yang juga meliriknya demi menunggu sebuah jawaban. “Sudah cerita sama nyokap?” Dewa bertanya berita yang selama ini ia tunggu. “Gayamu aja manggil nyokap, orang ndeso ya ndeso ae, Wa,” Harun melempar bantal pada Dewa. Dewa siap menangkap bantal dari Harun.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Ya asiqol Musthofa absyir binailil muna Ya asyiqol Musthofa absyir binailil muna Qoq roqoka susshofa as-shofa as-shofaa watoba wafdul hana Qoq roqoka susshofa watoba wafdul hana Nurul jamaali bada, minwajhisyamsil hudaa Nurull jamali badaa, min wajhi syamsi hudaa. Toohalladzii biliqoo, qod
9.4121.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
SELALU SALAH

SELALU SALAH

aku begitu antusias. Kami melanjutkan perjalanan kembali, setelah menghabiskan waktu di Paralayang. "Kok ke sini, Mas?" aku bingung, karena kami bukannya ke kebun apel. "Katanya mau ke kebun apel?" "Ini kan agrowisata?" aku bertanya-tanya. "Sama saja, kan. Ada kebun apelnya juga." Wijaya Agrowisata. Tertulis jelas di gerbang masuk. Ini kan wisata petik buah paling terkenal di kota Batu. Tunggu, Wijaya kan nama Papa, apa jangan-jangan ini milik mereka juga?
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
STATUS WA CALON SUAMIKU

STATUS WA CALON SUAMIKU

kata mas Reyhan seraya memegang kepalaku dan berdoa tepat diatas ubun-ubun, "Allahumma inni as'aluka min khoiriha wa khoirimaa jabaltaha 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarimaa jabaltaha 'alaih." (Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan dirinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya) Ya Allah, aku meleleh mendengar doanya semoga mas Reyhan bisa menjadi imam yang terbaik untukku. Batinku dalam hati. "Sudah lega kan Mas?" tanyaku pada mas Aris yang sedang menggandeng Mbak Dewi saat kami keluar dari ruang KUA.
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
Fall In Love

Fall In Love

Biar di makan anaconda aja sekalian, bisa-bisanya mereka uwu-uwuan di depan jomblo kek mereka gini. "Apa sih Bar, lo tu dajjal. Gue rengkarnasinya Dewi Aprodite ya enak aja di samain sama iblis," ucap Alfa sewot. "DEWI APRODITE PALAMU, MENANGIS DIA NGELIHAT TINGKAH LO FA." teriak Bara tidak habis pikir. "Mau mampir ke rumah sakit dulu atau langsung kuburan Bar?" tanya Aska santai. Tapi percayalah lelaki itu sama sekali tidak main dengan kata-katanya.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
CINTA

CINTA

ucap Hawla mengelus punggung Leysa. " iya Ley … kamu harus kuat " tambah Sarla. " terimah kasih Hawla , Sarla " Ucap Leysa memeluk kedua sahabatnya itu. " Leysa … turut berduka cita… semoga amal ibadah tante Alina di terima dan di berikan tempat yang terbaik di sisi Tuhan " Ucap Bara pada Leysa. " iya Leysa… semangat " ujar Ray menyemangati Leysa .
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
Bara di Hati Mikha

Bara di Hati Mikha

Aku pencet bel itu dan tidak lama setelahnya Mama Kafka membukakan pintu. Aku memiliki aturan dalam hidupku. Walau aku ini bastard, asshole, tapi aku masih memiliki tata Krama di depan orang yang lebih tua. Sopan santun yang diajarkan Mama dan Papa sejak aku kecil tidak pernah aku lupakan begitu saja. "Assalamualaikum, Tante." "Waalaikum salam, Bara. Ayo, masuk."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai al-wala wal bara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status