OBSESI BARA
ucap Rahman mengelus punggung Laila.
Laila tersenyum senang, melepas pelukan tersebut kemudian mendongak untuk menatap sang Abi.
"Abi, pulanglah, apa Abi enggak merindukan Laila? Ah, bahkan Abi tidak tau kan kalau Laila akan menjadi seorang Ibu. Abi, Abi? Bukannya Abi ingin memiliki cucu, kan? Sebentar lagi Abi bakal menjadi seorang kakek lho. Abi, abi---"