Mantanku Gagal Move On
“Hei, Tuhan? Kenapa sih, hidup aku nggak pernah bahagia? Dari kecil sampai aku segede ini, memangnya aku nggak boleh ya, ngerasain yang namanya bahagia? Kalau gitu, kenapa aku terus dibiarin hidup? Kenapa nggak ditukar aja sama hidupnya Om Cahyadi waktu kecelakaan hari itu?”
“Bukan nggak bersyukur sama hidup aku, tapi kalau terus-terusan diuji kayak gini, aku juga bakalan hancur. Aku nggak bisa terus jadi orang munafik yang jalan sambil tegakkin kepala seakan hidupku ini normal dan baik-baik aja, padahal enggak sama sekali,”
“Aku capek, Tuhan. Capek banget...”
Hot Chapters