Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ONLY YOU

ONLY YOU

Meng Qi mengabaikan Wei dan berusaha menopangnya, tubuh Wei yang berotot serta tinggi badan yang mempunyai selisih cukup jauh darinya membuat Meng Qi sangat kesulitan. "Uhh? Permen manis?" gumam Wei manja sambil menyentuh bibir Meng Qi terlihat mirip buah Ceri yang tampak segar. Meng Qi terkejut, Wei yang tiba-tiba mencium bibirnya penuh dengan nafsu, sehingga Meng Qi terdiam dan kehilangan kendali mereka pun terjatuh secara bersamaan. Namun Wei yang saat itu dalam pengaruh alkohol, ia hanya fokus memainkan bibirnya dengan penuh gairah, Sementara Meng Qi yang begitu menjaga Wei, Ia mengorbankan tangannya sehingga ia mengalami luka dan cedera yang cukup parah.
92.2K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as all for one quirk
Read
+Library
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

Karena perjanjian konyol ini jugalah, Eriska putus dari pacarnya yang cemburu dan terlalu posesif. Maha dahsyat sekali kutukan dari Arziko! Ah, soal perjanjian itu, Eriska awalnya menolak karena Arziko bilang, dia akan membayarnya yang sudah berbaik hati menemani Viona. Namun, si keras kepala keluaran neraka itu tidak terima penolakan. Semakin ditolak, meskipun Eriska sudah mengeluarkan tatapan dingin ala gunung es nya dan juga kalimat pedas bak cabai rawit, Arziko justru semakin nekat. Dia bahkan merobek selembar uang seratus ribu di depan mata Eriska! Tuh, coba bayangkan! Laki-laki sialan itu juga mengancam akan merobek semua uang yang ada di tangannya. Pilihan apalagi yang Eriska punya? A
6.6K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as all for one quirk
Read
+Library
(Not) One Night

(Not) One Night

Sebelah tangannya di genggam oleh Alan, dan ibu jari Evelyn terus bergerak mengusap punggung tangan Alan dengan lembut. "Seafood? Kamu gak alergi seafood kan?" tanya Alan lagi. Evelyn pun menggeleng. "Aku gak punya alergi apapun." Kepala Alan bergerak mengangguk berkali-kali. Mereka berdua sibuk dengan dunia sendiri, tanpa menyadari empat mata di depan mereka yang menatap dengan alis bertaut. "Sumpah deh. Puber kedua Om Alan mengerikan sekali." Zara berbisik pelan di telinga Karina, dengan mata melihat ke arah Alan dan Evelyn.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as all for one quirk
Read
+Library
Not Allone

Not Allone

Laurel menarik secarik kertas yang ia duga sebagai surat ancaman dari si orang sok misterius tersebut. Laurel kembali di buat bingung dengan isi secarik kertas itu, keningnya berkerut saat menyadari sesuatu yang aneh. Secarik kertas kosong yang di desain seperti surat sebelumnya, hanya saja kertas ini berwarna hijau terang. "Apa-apaan ini? Saking kurang kerjaannya orang ini malah ngirimin gue kertas kosong?" Monolog cowok tersebut.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as all for one quirk
Read
+Library
No One

No One

sambungnya Aku yang mendengarnya sedikit keheranan, apa benar ini sebuah jebakan? tapi bisa juga ini cuma tipuan. Dengan acuh, akupun melempar batu tersebut sembarangan dan kembali ikut bersama timku untuk memecahkan teka-teki. Saat kami sedang keasyikan memecahkan teka-teki, salah satu anggota tim bertanya "eh itu si Cia mana??" Kami semua melihat kesekeliling dengan seksama dan tak menemukan Cia.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as all for one quirk
Read
+Library

Frequently Asked Questions

Dalam dunia 'My Hero Academia', quirks adalah bagian integral dari identitas seseorang, tapi pertanyaan tentang apakah mereka bisa hilang atau berkembang sangat menarik. Aku selalu terpesona oleh bagaimana quirks berevolusi seiring waktu, seperti yang terlihat pada karakter Izuku Midoriya. Dia awalnya tanpa quirk, tapi kemudian mendapatkan 'One For All' yang terus berkembang kekuatannya. Ini menunjukkan bahwa quirks bisa bertambah kuat melalui latihan dan pengalaman. Di sisi lain, ada kasus seperti All Might yang kehilangan kekuatannya setelah cedera parah, membuktikan bahwa quirks juga bisa memudar atau hilang karena faktor eksternal.

Namun, aku juga berpikir tentang bagaimana beberapa quirks mungkin memiliki potensi tersembunyi yang belum ditemukan. Mirip dengan bagaimana Todoroki awalnya hanya menggunakan separuh kekuatannya, tapi kemudian belajar menguasai kedua sisi. Ini membuatku percaya bahwa quirks bukanlah sesuatu yang statis; mereka bisa berubah, berkembang, atau bahkan menghilang tergantung pada keadaan dan upaya pemiliknya. Aku suka membayangkan bagaimana quirks bisa seperti otot—semakin dilatih, semakin kuat, tapi jika diabaikan, bisa melemah.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status