Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Not Allone

Not Allone

"Mungkin saja kita bisa saling menyapa sesama penghuni alam semesta." "Yang di katakan Kinan ada benarnya, tapi apakah kita mempunyai kesamaan bahasa?" Faray ikut ambil alih dalam topik pembahasan, membuat hal itu semakin seru. "Benar juga. Bahkan dalam satu planet kecil seukuran bumi, terdapat ribuan bahasa, apa kabar dengan planet asing di luar sana?" Elnira memcerna perkataan Alandra sebelumnya, "kita bisa menggunakan bahasa internasional, English language."
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai all for one and one for all
Baca
+Pustaka
Once then Forever

Once then Forever

Berusaha membujuk dan mengorek jawaban. Menenggak minuman berwarna cokelat pucat dari gelas, pria dengan kemeja maroon yang lengannya digulung itu menjauhkan tangan Romi dari pundak. Dijelaskan pun, mana ada yang akan paham. Prinsip itu adalah sesuatu yang seseorang yakini, bukan sesuatu yang harus dimengerti dan dipahami oang lain.
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai all for one and one for all
Baca
+Pustaka
Dengan Satu Jentikan Jari, Kumiliki Semua

Dengan Satu Jentikan Jari, Kumiliki Semua

"Lebih baik pilih aku! Aku bisa membuat kakak benar-benar bahagia!" "Pilih aku! Pilih aku! Pilih aku!" Mereka saling menarik tangan Jiao Jiao dengan lembut, masing-masing berusaha mendapatkan perhatiannya. Jiao Jiao hanya menggelengkan kepala sambil tertawa lagi. “Jika bisa semua, kenapa harus memilih satu? Aku mau kalian semua! Hahaha!” Tiba-tiba, suara benturan keras terdengar ketika pintu dibuka dengan kasar dari luar, membuat semua orang di dalam terkejut dan menoleh ke arahnya.
484 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai all for one and one for all
Baca
+Pustaka
The First and Only One

The First and Only One

Pun kecanggungan tampak di antara mereka. Aruni menampilkan senyum saat netranya menatap pengantin baru di depannya. "Tidak perlu memikirkan perkataan paman dan bibi kalian. Jika memang belum siap, istirahatlah di kamar kalian masing-masing. Tidak perlu memaksakan diri daripada kalian tidak nyaman," ujarnya. "Terima kasih, Bi," ujar Dimas dan Andrea kompak. Keduanya saling berpandangan sembari tersenyum satu sama lain sebelum melanjutkan langkah mereka ke kamar masing-masing.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai all for one and one for all
Baca
+Pustaka
All About Love

All About Love

Bantu aku, ya? Mendapat kode seperti itu, Jaehwan langsung melancarkan aksinya melepas semua pakaian Jiyeon hingga wanita cantik itu terbaring tanpa sehelai pakaian pun. Baru kali ini sebagai suami, Jaehwan melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya. Ia tak membutuhkan harta sebanyak apapun atau mobil semewah apapun. Asalkan ada Jiyeon yang selalu di sampingnya, ia tak kan pernah merasa ada yang kurang dari hidupnya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai all for one and one for all
Baca
+Pustaka
From Allah to Allah

From Allah to Allah

Kecupan itu Membuat Aida semakin sayang pada keduanya. "Aku sangat mencintai kalian Bi, Mi ... Aku mencintai kalian karena Allah. Ya Allah jangan pisahkan mereka berdua sampai kapanpun. Jadikan mereka pasangan yang kekal dunia akhirat. Aamiin."--gumam Aida dari lubuk hatinya yang terdalam. "Iya hati-hati ya Da" balas kedua orang tuanya kompak. "Siap tuan, siap nyonya." Aida mengedipkan matanya jahil. Abi dan Umminya hanya tertawa kecil melihat sikap anaknya itu.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai all for one and one for all
Baca
+Pustaka
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

“Kenapa gue harus diet, coba?” “You tell me,” kata Fian sambil mengedikkan bahu dan tersenyum geli. “Bukannya semua perempuan emang mau punya tubuh yang bagus? Karena hal itu, kan, mereka mati-matian diet?” “Alasan yang nggak masuk akal.” Eriska mendengus geli. “Menurut gue, mereka nggak harus ngelakuin hal itu. Tampillah apa adanya. Kenapa harus mati-matian diet? Semua perempuan cantik, kok. Mereka aja yang nggak sadar akan hal itu. Diet cuma bikin mereka sengsara dan ujung-ujungnya sakit. Apa mereka nggak tau kalau keluarga mereka, orang yang menyayangi mereka akan merasa sedih? Lagipula, Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk, kok.”
6.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai all for one and one for all
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status