Dia yang Menghilang di Hari Lamaran
Setiap kalimat mengambil jeda agak lama, tak seperti biasanya ia sangat antusias sampai lupa titik koma dalam bicara.
Aku berusaha memahami. Meski tidak terbiasa, sebenarnya konsep itu benar. Mungkin karena kami memulai dengan berpacaran, jadi rasanya aneh tiba-tiba memisahkan diri. Namun, ini perubahan yang baik, kan? Andina bukan hanya berjilbab, tapi mulai memikirkan aturan dalam Islam juga. Dan, lebih bagus lagi, tanpa harus kuminta. Aku tersenyum menatapnya yang kini sibuk melipat bibir, tampak khawatir lipstiknya luntur.
Kru kamerawan kembali dengan kursi berwarna senada dengan background foto dan baju kami berdua. Ia meminta Andina duduk, sementara aku berdiri di sebelahnya.
Sikat na Kabanata