MasukAjeng, seorang istri yang memiliki impian yang sangat sederhana. ingin hidup bahagia dengan keluarga kecilnya, suami dan anak lelakinya. Akankah impian itu menjadi kenyataan, sedangkan di belakang nya ternyata sang suami mengkhianati cintanya?? ketika kebenaran terungkap akankah dia memilih bertahan atau malah berpisah?? "perkenalkan,saya Dian, saya kekasihnya mas Ardi, kami berhubungan sudah selama dua bulan, dan sekarang saya sedang HAMIL, saya kesini mau minta pertanggungjawaban mas Ardi untuk menikahi saya. " apa yang akan Ajeng lakukan setelah mendengarkan hal itu? yuk ikuti kisahnya disini.. jangan diskip dan mohon dukungannya.. makasih.
Lihat lebih banyakKehamilan Ajeng mengalami fase sulit hanya sampai diusia empat bulan, dia hampir memuntahkan semua makanan yang masuk ke dalam perutnya.Usia dimana harusnya dia makan dengan baik dan bergizi harus tergantikan dengan cairan infus yang tertancap dipergelangan tangannya.Ya, Ajeng menjadi pasien hilir mudik dirumah sakit. Bagaimana tidak hilir mudik? kalau selama empat bulan di hanya tidur dirumah selama tiga Minggu saja.Dan setelah empat bulan yang menguras energi itu, akhirnya Ajeng bisa menelan semua makanan. Sehingga semua nutrisi untuknya dan anak dalam kandungannya terpenuhi.Hanya saja, pr untuknya adalah menaikkan berat badannya dan bayinya. Karena hasil USG terakhir mengatakan jika berat badan bayi dalam kandungannya kurang.Tugas Allard yang harus cerewet meminta istrinya untuk terus mengunyah. Dan hampir bisa dipastikan mulut Ajeng tidak berhenti bergerak, karena sang suami yang sebentar sebentar menyuapinya dengan banyak makanan."Sudah Mas, aku capek.." Ucap Ajeng yang ent
Akhir pekan sudah tiba, saat ini Allard dan Ajeng sedang bersiap untuk mengunjungi Mansion mereka, hadiah dari sang nenek. Mereka akan berkumpul disana nantinya, dan kesempatan itu akan dipergunakan Allard untuk memberikan berita bahagia itu untuk keluarganya. Hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk sampai disana. Allard segera menyiapkan pesta kejutan untuk keluarganya, mumpung semua keluarganya belum sampai. Dibantu beberapa Maid dan Kaisar, Allard menyiapkan pesta barbeque di halaman Mansion yang cukup luas. Satu jam kemudian Daddy, Mommy, Grany dan adiknya sudah tiba di Mansion. "Wah Al, kamu menyiapkan barbeque? spesial sekali?." Tanya Daddy William. "Yes Dad, kita akan berkumpul disini malam nanti." Ucap Allard. "Ayo Daddy bantu kalau begitu." Ucap Daddy William. " Opa, bantu Kai saja, Kai capek dari tadi nggak berhenti berhenti." Ucap Kaisar. " Memangnya Kai ngapain harus dibantu Opa?." "Ini, potong potongi kertas." "Kertas? untuk apa?." " Membuat tulis
Perbedaan waktu antara Indonesia dan Jerman membuat Ajeng harus bisa melihat sekiranya dia bisa menghubungi keluarganya.Ajeng segera mengambil ponselnya saat dirasa orang tuanya sedang memiliki waktu luang.Tut..Tut..Tut..["Hallo, Asalamualaikum."] Ucap Bu Maya, mamanya Ajeng diujung telpon sana." Wa'alaikumsalam, Mama." Ucap Ajeng.["Ajeng sayang, ada apa nak, kalian baik baik saja kan?."] Bu Maya."Alhamdulillah kami semua baik Mah, Mama dan Ayah apa kabar?." Tanya Ajeng.["Mama dan Ayah baik sayang, kalian kapan ke Indonesia?"] Bu Maya." Mas Al, sibuk Mah, banyak hal yang harus beliau lakukan, jadi mungkin agak lama kami bisa ke Indonesia. Oh ya Mah, Ajeng mau ngasih kabar, saat ini Ajeng sedang hamil, minta doanya Mama dan Ayah, semoga Ajeng dan dedek utun diberi kesehatan, dan nanti bisa lahir dengan selamat dan sehat ya Mah." Ucap Ajeng.[" Massa Allah, Alhamdulillah, selamat sayang, tentu Mama dan Ayah doakan yang terbaik untuk anak dan calon cucu Mama. Dijaga ya sayang kan
Allard dan Ajeng sudah meninggalkan rumah sakit, mereka jadinya tidak menuju apotek, tapi malah ke mobil, mereka meminta Theo untuk mengambil obat. Ajeng dan Allard menunggu di mobil dengan membawa makanan ringan dan minuman selama menunggu Theo. Setelah sampai dirumah, mereka disambut teriakan Kaisar yang tidak sabaran menunggu sejak tadi. "Mama, Papa!! bagaimana keadaan Mama? Mama sudah tidak sakit lagi kan?." Tanya Kaisar. " Hati hati Kai.. Jangan minta gendong Mama, sini biar Papa saja yang gendong, sekarang Kaisar harus bantuin Papa untuk menjaga Mama, karena didalam perut Mama ada adeknya Kaisar, bagaimana mau kan?." Tanya Allard pada Kaisar. "Benarkah Pah? ada adek Kai di perut Mama?." " Iya." " Yee.. Kai akan jagain Mama Pah, tenang saja." Ucap Kaisar. Para Maid yang mendengar pun segera mendekat dan memberi selamat untuk pasangan berbahagia itu. " Selamat Tuan, Herrin, semoga sehat ibu dan bayinya." Ucap Mereka serempak. " Terimakasih, untuk kalian semua, s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.