Gairah Cinta Kakakku
"Kamu nggak boleh mencintai Kakak, Dek."
"Kakak sendiri bukannya mencintaiku juga, kan? Aku tau itu." Aku menatapnya tajam, mencoba mencari kejujuran di balik matanya yang berkaca-kaca.
Kak Juna tampak terkejut, dia terdiam sejenak, lalu bicara. "Kamu sepertinya salah paham. Cinta yang selama ini Kakak berikan padamu bukan cinta yang sama seperti apa yang kamu pikirkan. Cinta Kakak adalah cinta seorang Kakak terhadap adiknya, nggak lebih dari itu, Dek." Kata-kata itu seperti tamparan keras di wajahku.