Pendekar Golok Melasa Kepappang
Gerakannya makin lama makin menggairahkan.
Di depannya, dalam jarak puluhan depa, Sadnya juga melakukan hal sama. Duduk bersila dan berkonsentrasi. Golok Melasa Kepappang didekap dalam dadanya.
Sambil menahan dadanya yang nyeri, Sadnya berusaha keras untuk tetap tenang dan mengumpulkan tenaga kembali. Sementara itu, Rampog dan Pisau Terbang yang berada didekatnya, kini juga harus duduk bersila. Mereka berdua mau tak mau harus mengerahkan tenaga dalam untuk menahan efek pertempuran dua jago tanah Sriwijaya. Jika tidak, mereka akan jadi tumbal pertama setan menghasut manusia vs harimau mencari mangsa.