Suami Warisan
Tangannya membalik-balik halaman buku sketsanya dan berbicara bersamaan dengan ide-ide yang muncul di kepalanya “Ya, sudah lama saya ingin menampilkan karya dengan tema zaman dahulu. Seperti pakaian tradisional. Kemben, kain, corak batik, pakaian putri-putri kerajaan.”
Sarah memutar kursinya menghadap Rengganis, tangannya mengetuk-ngetuk pena dengan hiasan bulu yang lebih sering dipegangnya daripada dipakai menulis “Interesting ….”
Rengganis maju terus, selagi perhatian semua orang tertuju pada idenya, bukan lagi pada kesalahannya yang melamun ketika rapat “Ya, tapi bukan pakaian tradisional yang jamak dipakai ketika acara pernikahan atau seremoni. Namun, pakaian sehari-hari. Pakaian adat da