Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK
"Dulu aku menjual tubuhku demi nyawa Ibu dan IPK. Sekarang, aku memberikan jiwaku demi pria yang tak bisa kumiliki."
Demi menyelamatkan ibunya yang sekarat dan mempertahankan beasiswanya, Soraya Adhitama terpaksa menukar harga dirinya dengan nilai A dan uang dari tiga dosen penguasa kampus: Subagyo yang korup, Rian yang manipulatif, dan Brata yang dingin namun logis.
Namun, rahasia kelam itu hancur ketika Gilang, kekasih masa mudanya yang tulus, memergoki dosanya di sebuah hotel. Demi menyelamatkan masa depan Gilang agar tidak terseret dalam kehancurannya, Soraya memilih menjadi penjahat: ia mencampakkan Gilang dengan kejam, membiarkan pria itu membencinya agar bisa bangkit dari kemiskinan.
Lima Belas Tahun Kemudian...
Skenario Soraya berhasil, namun dengan harga yang mahal. Ia kini adalah seorang Profesor muda yang disegani dan janda kaya raya, warisan dari pernikahan dengan mendiang Prof. Brata. Ia memiliki segalanya, kecuali kebahagiaan.
Di sisi lain, Gilang telah bangkit menjadi Arsitek ternama dengan keluarga yang tampak sempurna bersama Amara. Namun, di balik kesuksesannya, Gilang hidup sebagai mayat hidup yang merindukan masa lalu.
Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, pertahanan mereka runtuh. Kebencian Gilang dulu berubah menjadi obsesi untuk memiliki. Ia nekat menghancurkan karir dan rumah tangganya, hanya demi mendapatkan Soraya kembali.
Di hadapan tubuh Gilang dan istri sah yang menyerah kalah, Soraya dihadapkan pada pilihan terakhir yang paling berdosa:
Lari menjauh demi moralitas, atau merengkuh cinta terlarang itu selamanya?
Soraya memilih jalan ketiga. Jalan sunyi yang tak termaafkan.
"Biarlah istrimu memiliki harimu di siang hari. Tapi malammu, tubuhmu, dan jiwamu... adalah milikku selamanya."
Ini adalah kisah tentang penebusan dosa yang dibayar dengan dosa baru. Sebuah Dark Romance di mana akhir bahagia tidak ditemukan di pelaminan, melainkan dalam kesetiaan tersembunyi sebagai kekasih gelap abadi.