Agent Bayangan
Melihat sorot mata Denis, entah kenapa Nigel tiba-tiba membeku di tempat, merasakan kakinya sedikit gemetar, diikuti oleh keringat dingin mengucur deras dari punggungnya.
Melihat Denis, Nigel merasa ada rasa ketakutan aneh yang muncul dalam benaknya.
“Sialan! Aku memang harus membunuhmu, Denis!”
Setelah kesadarannya kembali, Nigel segera berlari ke pojok ruangan sebelah kiri, mengambil pot bunga besar sebesar paha manusia, kemudian melempar pot bunga itu ke arah Denis sekali lagi.
Hot Chapters