Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Reteniendo un nacimiento

Reteniendo un nacimiento

Tenía nueve meses de embarazo y estaba lista para dar a luz, pero mi esposo, Sean Conner, me encerró en el cuarto de almacenamiento del sótano y me dijo que retuviera el parto. Comentó que era porque la esposa de su difunto hermano, Quinn Faber, también estaba a punto de dar a luz ese día. Hacía años, Sean y su hermano habían acordado que el primer hijo nacido en la familia Conner sería criado como heredero y recibiría la herencia familiar. —El bebé de Quinn debe nacer primero —dijo Sean como si fuera algo trivial—. Ella perdió a su esposo y no tiene nada. Tú ya tienes mi amor, por lo tanto, es justo que la herencia sea destinada a su hijo. El dolor de las contracciones me dobló por la mitad y lloré, suplicándole que me llevara al hospital. Él me secó las lágrimas y con una tranquilidad inquietante, me dijo: —Deja de fingir. Luego, espetó: —Siempre supe que no me amabas. Todo lo que te importa es el dinero y el estatus. Forzaste el parto para robarle el lugar a mi sobrino... ¿Cómo puedes ser tan cruel? Con la cara pálida y temblando, logré susurrar: —No puedo controlar cuándo nace un bebé, esto es una coincidencia. Te juro que no me importa la herencia. ¡Yo te amo! Él soltó una carcajada llena de frialdad y me dijo: —Si me amaras, no habrías presionado a Quinn para que firmara ese contrato renunciando a la herencia de su hijo. Bueno, una vez que ella dé a luz, volveré a buscarte. Después de todo, el bebé que llevas en tu vientre lleva mi sangre. Sean se quedó fuera de la sala de parto donde estaba Quinn y solo después de que el recién nacido llegó al mundo, él se acordó de mí. En ese momento le ordenó a su secretario que me llevara al hospital, pero la voz de este tembló mientras decía: —La señora... y el bebé... Ambos han muerto... En ese momento, él perdió la razón.
Short Story · Romance
8.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Ketika Cinta Menemui Titik Jenuh, Hati Pun Berubah

Ketika Cinta Menemui Titik Jenuh, Hati Pun Berubah

"Semua orang tahu kamu ini cewek penjual nasi goreng di pasar malam, cinta pertama yang menemani Neo si gila itu melewati tiga tahun masa terpuruknya. Dia menganggapmu lebih penting daripada nyawanya." "Aku bisa saja membantumu pura-pura mati dan meninggalkannya, tapi risikonya terlalu besar. Aku dapat keuntungan apa?" Musuh bebuyutan Neo, Cedric, menyesap sedikit alkohol. Tatapannya ke arah Helen penuh ejekan. "Imbalannya adalah sesuatu yang selalu kamu inginkan, 30% saham Keluarga Winata atas namaku." Suara serak Helen terdengar tenang, seolah-olah sedang membicarakan diskon supermarket. "Syarat tambahannya, sebelum aku pergi, kamu atur satu operasi aborsi lagi untukku." Dua kalimat itu membuat lawannya langsung terdiam karena kaget. Tatapan mengejeknya seketika lenyap, hanya tersisa keterkejutan. "Kamu gila ya? Belakangan ini di samping Neo memang ada burung kecil baru, katanya mantan tunangannya. Keluarganya bangkrut, lalu dia beralih jadi wanita penghibur." "Tapi di lingkaran keluarga kaya, siapa yang nggak punya simpanan yang dimanja? Dia juga nggak bisa mengancam posisimu sebagai Nyonya Winata, kenapa kamu harus peduli?"
Short Story · Romansa
498 viewsCompleted
Read
Add to library
99 Letters and Still Cheated

99 Letters and Still Cheated

There's this unspoken rule in werewolf high society: no matter how tight the mate bond is, business banquets mean booking a hostess. Six years into our bond, my Alpha mate—Brian Stormclaw—met one. Louise. A scrappy Omega with too much pride and not enough sense. When he offered her his black card, she pushed it back and said, "I'm not some Alpha's pampered pet." Brian? Instantly hooked. Like the Moon Goddess herself had dropped her in his lap. He chased her like he wanted her mark on every pack crest. But he forgot something—I was the Luna he wrote ninety-nine love letters to before I said yes. I didn't beg. Didn't snap. Every time he chose her over me, I lit another letter. First one burned on our anniversary—he bailed to wait outside Louise's flower shop, just to walk her home. Letter thirty-four? He left me stranded in a dangerous hunting ground to keep her company. Said she was scared of the dark. Fifty-two? Torched the second he replaced our wedding photo with some sketch she made on. ... And when the ninety-ninth turned to ash, so did whatever was left of us. I walked away. For good.
Short Story · Werewolf
6.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
Short Story · Romansa
14.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Persalinan yang Terpaksa Ditunda

Persalinan yang Terpaksa Ditunda

Ketika kandunganku menginjak sembilan bulan dan hampir siap melahirkan, suamiku, Arga Baskara, justru memerintahkan orang mengunciku di gudang bawah tanah dan menyuruhku menahan agar bayi itu tidak lahir. Karena istri almarhum kakaknya, Indri Magani, juga diperkirakan akan melahirkan hari ini. Arga pernah berjanji pada kakaknya bahwa anak pertama yang lahir dalam Keluarga Baskara akan dididik sebagai penerus dan menerima warisan keluarga. "Anak Indri harus lahir lebih dulu," kata Arga dengan tenang. "Dia kehilangan suaminya dan nggak punya apa-apa. Sementara kamu sudah memiliki semua cintaku, memberikan harta kepada anaknya adalah hal yang seharusnya." Kontraksi membuatku kesakitan sampai berguling-guling, aku menangis memohon padanya untuk membawaku ke rumah sakit. Arga mengusap air mataku dengan lembut, suaranya rendah dan mengandung bahaya. "Jangan berpura-pura! Aku sudah lama tahu kamu sama sekali nggak mencintaiku. Satu-satunya yang kamu pedulikan adalah kekayaan dan kedudukan." "Kamu sengaja mau melahirkan prematur hanya untuk merebut hak keponakanku... Bagaimana bisa kamu begitu kejam?" Wajahku pucat dan seluruh tubuhku gemetar. Aku berkata dengan suara pelan, "Aku nggak bisa mengendalikan kapan anak ini akan lahir, kelahiran prematur hanyalah kebetulan! Aku bersumpah, aku nggak peduli sama harta, aku hanya mencintaimu!" Arga tertawa sinis. "Kalau kamu mencintaiku, kamu nggak akan memaksa Indri menandatangani kontrak untuk melepaskan hak waris untuk anaknya. Oke, setelah dia melahirkan, aku akan kembali menemuimu. Bagaimanapun juga, yang ada di perutmu adalah darah dagingku sendiri." Arga menunggu di luar ruang bersalin Indri. Setelah melihat bayi yang baru lahir itu, barulah dia teringat padaku. Dia menyuruh sekretaris menjemputku ke rumah sakit, tetapi sekretaris itu dengan suara gemetar berkata, "Nyonya... dan bayinya... sudah meninggal..." Pada saat itu, Arga menjadi gila.
Short Story · Romansa
37.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Diriku Seutuhnya

Diriku Seutuhnya

Di malam peringatan sembilan tahun pernikahan kami, suamiku yang bernama Felix Tosa, pria yang di siang hari menguasai keluarga mafia dan di malam hari menguasai hatiku, tidak memberiku setangkai mawar pun. Dia malah memberikannya pada Celine, asisten pribadinya. Di bawah lampu gantung tempat kami pernah berdansa saat baru menikah, dia menoleh padaku dengan pesona dingin yang dulu pernah membisikkan kata cinta di telingaku. “Dia hamil,” katanya, seolah itu sudah cukup sebagai penjelasan. “Dan dia sangat pilih-pilih soal makanan. Mulai sekarang, kamu yang harus menyiapkan makanan tiga kali sehari untuknya, nggak boleh ada menu yang berulang.” “Dia juga sensitif, nggak suka tidur sendirian. Jadi, kamu harus pindah ke kamar tamu.” Ruangan itu sunyi senyap. Aku tidak berteriak, tidak juga menangis. Aku hanya mengambil koper yang sudah kubereskan, lalu berjalan menuju pintu. Kepala pelayan mencoba menahanku, tapi Felix bahkan tak berkedip sedikit pun. “Dia pasti balik lagi,” katanya malas, sambil menggoyangkan gelas anggur. “Dalam waktu tiga hari, dia akan menangis dan memohon padaku.” Tamu-tamu pun tertawa terbahak-bahak. Mereka bertaruh satu juta dolar di depan mataku. Bertaruh bahwa aku bahkan tak akan sanggup melewati malam ini dan akan kembali memohon seperti anjing jalanan yang kehilangan harga diri, memohon agar Felix membiarkanku masuk ke rumah. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku sudah menerima lambang keluarga dari ayah kandungku yang sebenarnya dan tiket pesawat pun sudah kupesan. Kali ini, aku benar-benar akan pergi.
Short Story · Mafia
6.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Je suis partie sans rien d'autre que moi-même

Je suis partie sans rien d'autre que moi-même

Le soir de notre neuvième anniversaire de mariage, mon mari Rémy, l'homme qui dirigeait la famille mafieuse le jour et faisait palpiter mon cœur la nuit, ne m'a pas offert de roses. Il les a données à Lise, son assistante personnelle. Sous le lustre où nous avions dansé en tant que jeunes mariés, il s'est tourné vers moi avec le charme qu'il avait autrefois lorsqu'il me murmurait son amour à l'oreille, la voix glacée. « Elle est enceinte », a-t-il dit, comme si cela expliquait tout, « et elle est difficile en ce qui concerne la nourriture. A partir de maintenant, tu devras lui préparer trois repas, sans répétition. » « Elle est sensible et n'aime pas dormir seule, alors tu devras mettre tes affaires dans la chambre d'amis. » La pièce était silencieuse. Je n'ai pas crié, je n'ai pas pleuré, j'ai juste pris ma valise et je me suis dirigée vers la porte. Le majordome a essayé de m'arrêter, et Rémy n'a même pas sourcillé. « Elle reviendra », a-t-il dit en secouant paresseusement son verre de vin rouge, « et dans trois jours, elle pleurera tout en me suppliant. » Les invités ont éclaté de rire. Ils ont parié un million d'euros devant moi. Ils pariaient pour savoir si j'allais supplier Rémy de me laisser entrer avant demain matin, comme un chien errant sans dignité. Mais ils ne savaient pas que j'avais déjà reçu le jeton de famille de mon vrai père et que j'avais réservé mon vol de départ. Cette fois, je partirais vraiment.
Short Story · Mafia
3.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Hold the Birth Back

Hold the Birth Back

I was nine months along and ready to give birth, but my husband, Sean Conner, had me locked in the basement storage room and told me to hold the baby in. He said it was because his late brother’s wife, Quinn Faber, was also due today. Years ago, Sean and his brother had agreed that the first child born to the Conners would be raised as the heir and inherit the family inheritance. “Quinn’s baby must come first,” Sean said as if it were nothing. “She lost her husband and has nothing. You already have my love. It’s only right that the inheritance goes to her child.” The pain from the contractions folded me over, and I cried, begging him to take me to the hospital. He wiped my tears with a dangerously calm voice. “Stop the act,” he snapped. “I always knew you didn’t love me. All you care about is money and status. You forced labor to happen early so you could steal my nephew’s place… How can you be so cruel?” White-faced and shaking, I managed to whisper, “I can’t control when a baby comes. It’s a coincidence. I swear I don’t care about the inheritance. I love you!” He let out a cold laugh. “If you loved me, you wouldn’t have pushed Quinn to sign that contract relinquishing her child’s inheritance. Fine. Once she has her baby, I’ll come back for you. After all, the child in your belly is my blood.” Sean stayed outside Quinn’s delivery room. Only after the newborn arrived did he remember me. He ordered his secretary to take me to the hospital, but the secretary’s voice trembled as he said. “Madam… and the baby… They’re both gone…” At that moment, Sean lost his mind.
Short Story · Romance
3.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Ich ging mit nichts als mir selbst

Ich ging mit nichts als mir selbst

In der Nacht unseres neunten Hochzeitstags brachte mir mein Ehemann – Damian Grant, der Mann, der am Tag die Mafia beherrschte und einst bei Nacht mein Herz regierte – keine Rosen. Er schenkte den Strauß, der mir hätte gehören sollen, Serena Lane, seiner persönlichen Assistentin. Unter dem Kronleuchter, bei dem wir einst an unserem Hochzeitsabend getanzt hatten, wandte er sich mir zu – mit demselben kalten Charme, mit dem er mir früher süße Nichtigkeiten ins Ohr geflüstert hatte: „Sie ist schwanger.“ Endlich ergab alles Sinn. „Sie ist wählerisch beim Essen. Von heute an wirst du ihr drei Mahlzeiten am Tag kochen. Und keine Wiederholungen. Außerdem ist sie sensibel und hasst es, allein zu schlafen. Du wirst also deine Sachen ins Gästezimmer bringen.“ Der Raum verstummte. Ich erhob nicht die Stimme, vergoss keine einzige Träne. Ich nahm einfach meinen bereits gepackten Koffer und ging zur Tür. Der Butler versuchte, mich aufzuhalten, doch Damian blinzelte nicht einmal. „Sie kommt zurück.“ Er schwenkte träge den Wein in seinem Glas. „Sie kommt innerhalb von drei Tagen weinend und flehend zurück.“ Ein Gelächter brach unter unseren Gästen aus. Sie schlossen direkt vor meinen Augen eine Wette über eine Million Dollar ab. Sie wetteten darauf, ob ich noch vor Ablauf der Nacht zurückkommen und Damian anflehen würde, mich wieder hereinzulassen – wie ein erbärmlicher Straßenköter mit eingeklemmtem Schwanz. Doch sie wussten nicht, dass ich bereits das Familienerbstück meines leiblichen Vaters erhalten hatte. Ich hatte meinen Flug gebucht, weit weg von allen, die ich je gekannt hatte. Dieses Mal war ich wirklich gegangen.
Short Story · Mafia
4.1K viewsCompleted
Read
Add to library
De la sombra a su luz

De la sombra a su luz

El día que íbamos a casarnos, mi novio, Damián Cruz, envió a unos hombres para que me echaran del registro civil y entró del brazo de Luna Mendoza. Al verme sentada en el suelo, paralizada por la incredulidad, ni siquiera pestañeó y dijo: —El hijo de Luna necesita un apellido presentable para el futuro, para que pueda acceder a los círculos de élite y los mejores colegios. Es solo un trámite. Una vez que solucionemos esto, me caso contigo. Todo el mundo pensó que yo, la siempre devota, aceptaría esperarle obedientemente otro mes más. Después de todo, ya lo había esperado durante siete años. Pero esa noche, hice algo impensable: Acepté el matrimonio que habían arreglado mis padres y me fui del país directamente. Tres años después, regresé a visitar a mis padres. Mi marido, Vicente del Toro, era ahora el presidente de una corporación multinacional. Como tenía una reunión urgente de última hora, envió a un empleado de la sucursal local a recogerme al aeropuerto. Y para mi sorpresa, ese subordinado era nada más y nada menos que Damián, a quien no veía desde hacía tres años. Sus ojos se clavaron al instante en la deslumbrante pulsera de mi muñeca: —¿Esta es la copia barata de la pulsera por la que el señor del Toro pagó cinco millones para su esposa? Nunca pensé que te volverías tan superficial estos años. —Ya basta de rabietas. Vuelve. El hijo de Luna ya está en edad escolar, serás perfecta para llevarlo y traerlo. No dije nada, solo acaricié la pulsera. Él no sabía que esta era la más barata de todas las que Vicente me había regalado.
Short Story · Romance
15.4K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
123456
...
15
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status