Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Disukai Jin Pelindung Anak Asuh

Disukai Jin Pelindung Anak Asuh

Ikfanelle
Kisah tentang seorang pengasuh yang mengalami teror bertubi-tubi dari hantu teman khayalan anak asuhnya. Teror itu membawa sang pengasuh dan majikannya ke arah rahasia yang sudah lama tertutup.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Ku Balas Kematian Anakku

Ku Balas Kematian Anakku

Sinopsis Dentuman keras mengguncang jalanan. Jeritan manusia, suara klakson yang memekakkan telinga, dan bau logam terbakar bercampur dalam kekacauan yang mengerikan. Amira tersentak sadar, kepalanya berdenyut hebat, darah hangat mengalir dari pelipisnya. Namun, itu semua tidak ada artinya. Yang lebih penting—yang lebih menyesakkan—adalah tubuh mungil di sampingnya. "Amanda... Sayang... bangun..." Suara Amira bergetar, tangannya gemetar saat menyentuh wajah pucat putrinya. Ada darah di dahinya, napasnya lemah, terlalu lemah. Dengan panik, Amira merogoh ponselnya, menekan nomor suaminya. Nada sambung. Satu kali. Dua kali. Tidak diangkat. "Reza, angkat! Tolong!" Tangisnya pecah, putus asa. Lalu, sirene ambulans terdengar. Harapan menyala di dadanya saat ia melihat seseorang berlari ke arah tim medis. "Reza..." bisiknya, nyaris tak percaya. Tapi langkah suaminya bukan menuju dirinya. Mata Amira mengikuti langkah tergesa-gesa itu. Di seberang sana, seorang wanita terbaring di atas tandu, wajahnya pucat. Di sampingnya, seorang anak laki-laki juga terluka. "Reza... tolong selamatkan anak kita..." suara wanita itu lirih, namun cukup menusuk telinga Amira. Dunia Amira seakan berhenti. Anak kita? Jantungnya mencelos, perih yang tak tertahankan menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu, kalimat berikutnya menghancurkan sisa-sisa kekuatannya. "Aku harus menyelamatkan mereka," suara Reza penuh kepanikan. Amira ingin berteriak. Ingin memanggil nama suaminya. Ingin memohon. Tapi ambulans itu melaju, membawa Reza pergi. Meninggalkannya. Meninggalkan Amanda. Di saat putrinya berjuang antara hidup dan mati, pria yang seharusnya menjadi pelindung mereka justru memilih wanita lain. Air mata Amira jatuh, bercampur dengan darah yang mengalir di pipinya. Hatinya hancur. Bukan hanya karena pengkhianatan. Tapi karena hari itu, ia menyadari... Nyawa mereka tak lebih penting dibandingkan cinta terlarang suaminya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Aku Hampir Mati di Pesta

Aku Hampir Mati di Pesta

Setelah kekasih masa kecil tunanganku tahu aku memiliki penyakit jantung bawaan, dia dengan sengaja mencampurkan minuman energi konsentrasi tinggi ke dalam sampanyeku. Setelah aku meminumnya, detak jantungku tiba-tiba meningkat, rasa sakit di jantung menerpaku. Aku dengan panik merobek satu-satunya obat darurat yang aku bawa, namun air untuk aku minum obat telah diganti dengan air lemon berkonsentrasi tinggi. Setelah aku meminumnya, seketika wajahku menjadi pucat pasi, akhirnya tidak tahan dan terjatuh ke lantai. “Air lemon mengandung Vitamin C, lebih membantu mengatasi mabuk dan menjaga kesehatan.” Charlotte tertawa terbahak-bahak, dia menyilangkan tangannya sambil menatap ke arah tunanganku, bos Geng Rock Roller. “Ethan, akting tunanganmu yang seorang aktris ini benar-benar hebat.” “Selama bertahun-tahun aku menjadi dokter, tidak pernah lihat orang yang minum sedikit sampanye dan air lemon, malah bisa merasa tidak enak badan seperti ini.” Aku menggigit bibirku hingga hampir berdarah, menahan air mata yang muncul di mataku karena kesakitan dan menggenggam celana Ethan yang ada di depanku. “Sayang, cepat panggil ambulans, aku sudah tidak tahan!” Sedikit keraguan terlihat di mata Ethan, namun dengan cepat terhentikan oleh para tamu di sekitar. “Sudahlah, jangan akting lagi, mana ada orang yang mati karena minum sedikit sampanye dan air lemon.” “Ya benar, kamu hanya iri dengan Charlotte yang naik jabatan, tidak ingin bersulang untuknya, kan?” Seketika Ethan kembali ke ekspresi dinginnya, dia melangkah maju, langsung melepaskan tanganku yang menggenggam celananya. “Charlotte itu dokter, ada dia di sini, kamu tidak akan kenapa-napa di pesta.” Aku pun tidak memohon padanya lagi, langsung mengirim pesan darurat kepada ayahku.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Aku Memilih Mencintaimu

Aku Memilih Mencintaimu

FJ
Angin dingin mulai menusuk tubuh Radinya. Dia berusaha tidak terganggu dengan lampu yang mulai berkedip-kedip. Hampir dua puluh menit dia berdiri di sana. Bahkan dia tidak bisa merasakan jari-jarinya lagi. Akhirnya dia memutuskan pergi dari tempat itu. Kemudian latar berganti ke sebuah pintu kamar rawat inap. Dengan pulpen dikantungnya, Radinya melangkah masuk untuk meraih jemari tangan orang yang dicintainya.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Madu Untuk Istriku

Madu Untuk Istriku

"Ijinkan aku menikah lagi, Ren?" Dengan berkaca-kaca, Dani memamdang Reni. "Apa kamu yakin sanggup, Mas? Membimbing satu istri saja kamu nggak bisa, apalagi dua?" Tidak! Reni tidak mau dimadu. Tanpa sadar Reni mengelus perutnya. Berharap anak dalam kandungannya tidak mendengar keinginan gila ayahnya. "InsyaAllah sanggup, Yank." Reni tersenyum kecut. Sholat aja tidak pernah sanggup dari mana? "Kamu gila, Mas!" Jengah dengan kegilaan Dani, Reni segera beranjak dari duduknya dan berlalu dari hadapan Dani. "Ren! Ren!" Dani segera menyusul Reni yang berjalan ke arah kamar. "Ren!" Dani menarik tangan Reni, namun segera ditepis oleh wanita itu. "Lepaskan, Mas!" Hatinya hancur, benar-benar hancur. Dia pikir suaminya telah kembali seperti dulu, namun ternyata dia salah. Malah sebuah permintaan gila yang dimintanya pada Reni. Tak menyerah, Dani terus mengekor Reni hingga ke kamar. Seketika Reni muak hanya dengan melihat wajah Dani. "Ren, dengarkan Mas dulu ...." Kali ini Dani telah berlutut di hadapan Reni. Wanita itu duduk di tepi ranjang dengan mata yang mulai sembab. "Mau ngomong apalagi, Mas?" Tangis tak lagi dapat ditahannya. Buliran bening itu akhirnya luruh juga. Ternyata dia tak sekuat yang dibayangkannya.
1090.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Mulai Melepaskanmu

Ketika Aku Mulai Melepaskanmu

Menjalani sebuah pernikahan tanpa dilandasi cinta memang tidaklah mudah. Disaat Zahwa berpikir untuk melepaskan semuanya, Devan malah berbalik arah menuju padanya. Akankah Zahwa benar-benar melepas rumah tangganya? Atau malah berakhir mempertahankan rumah tangganya?
7.82.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Disia-siakan

Pesona Istri Yang Disia-siakan

"Mas, lebih baik kita bercerai saja, kita jalani hidup masing-masing. Dengan begitu kita tidak perlu saling menyakiti lagi," ungkap Siti Latifa pada Harsa Ishara, melalui notifikasi pesanya. Harsa yang tadinya memang ingin mengunjungi keluarga kecilnya di rumah mertuanya itupun, mendapati notifikasi pesan dari Latifa seperti itu segera merealisasikan niatnya, tanpa berkabar terlebih dahulu. Harsa tiba di rumah orang tua Latifa. "Astagfirullah!" ucap Siti Latifa. Siti Latifa menyingkirkan dengan cepat tangan kekar yang melingkar di perut yang memeluknya dari arah belakang tubuhnya. Ia sangat terkejut, kesadaran cepat ia kuasai, sehingga tidak sampai membuat kegaduhan di pagi buta seperti ini, di rumah kedua orang tuanya. "Mas Harsa? Mengapa dia bisa ada disini? Kapan dia datang?" guman Siti Latifa sembari berusaha mengumpulkan kesadaran. Ia lekas beranjak dari posisinya yang kini sudah berubah pada posisi duduk. "Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Harsa pelan. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, dan dalam keadaan mata yang nampak masih terpejam, namun, satu lengan Harsa berhasil menahan laju sang pujaan hati untuk tetap berada di posisinya. Harsa berharap, sang istri, Siti Latifa, yang kerap dipanggil Ifa, itu, urung meninggalkannya. Karena, sejujurnya ia masih sangat merindukannya. Dengan memejamkan mata malas, sesaat Latifa berusaha meredam rasa yang sulit diartikan saat ini, akhirnya ia memilih sambil meredam kekesalannya dan masih tetap pada posisinya, duduk di tepi tempat tidur dan urung  hendak beranjak dari tempat tidur tersebut. Ada rasa bercampur aduk dalam hati Siti Latifa saat ini, antara rindu, kesal juga benci, ketika mengingat perlakuan suaminya terdahulu kepadanya. Namun, saat ini tentu bukan waktu yang tepat untuk mendeskripsikannya. Sungguh rasanya Latifa ingin pergi saja menghindari Harsa lebih dulu pada saat ini, jika tidak ingat akan membuat kegaduhan di rumah orang tuanya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Hanya Sebatas Istri Bayaran

Hanya Sebatas Istri Bayaran

Putri rahmania
Yuli seorang gadis lugu, dan manis. Adalah putri seorang petani miskin di sebuah desa kecil yang ada di Jawa barat. Awalnya kehidupan Yuli penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan.  Namun, semua berubah saat dia memutuskan untuk menerima lamaran Niko. Seorang pengusaha muda dan kaya. Niko yang sangat menginginkan anak terpaksa membohongi Yuli akan statusnya yang sudah beristri.  Semua itu dilakukannya demi mendapatkan keturunan. Bahkan demi mewujudkan impiannya Niko mengajaknya untuk tinggal bersama dengan istri pertamanya. Mampukah Yuli hidup dalam satu atap bersama dengan madunya? 
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Salah Tetangga

Salah Tetangga

Bulan harus mendapati kenyataan yakni memiliki tetangga manipulatif di lingkungan barunya. Ketampanan sang suami dipuji oleh tetangganya itu hingga menjurus ke arah pengkhianatan. Yang tak disangka-sangka, ternyata sang suami menyambut baik pujian itu dan mulai mencampakkan sang istri demi tetangganya itu.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
PAWANA

PAWANA

Fau
Kayra, begitu orang memanggilnya. Gadis lugu yang berpisah dengan kedua sahabatnya dan terjebak dalam cinta pertama dengan laki-laki yang bahkan dia sendiripun tak paham siapa. Orang yang berhembus seperti angin, menenangkan dan menghangatkan. Saat semua orang bahkan membenci hubungan mereka, ia tetap ada disini, bersama Kayra. Ingatan baik itu seketika kandas saat Kayra hancur oleh laki-laki itu, dan sahabatnya sendiri. Pawana, begitu ia memanggilnya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai arah mata angin jawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2324252627
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status