Pendekar Pedang Naga
“Woi, itu pulau Jawa kenapa kau gambar pakai liur? Ayam hutan! Bangun, jangan ngorok kalau tidur, kau bisa dimakan macan nanti!”
Barok bangun. Dia hanya melihat gelap di sekeliling. Tak lama, dia merebahkan diri lagi dan tidur. Untungnya, Barok tidak lagi mendengkur keras dan Asoka bisa bernafas lega, lalu tidur pulas sampai pukul tiga pagi.
Dari balik mata yang terpejam, Asoka sebenarnya bangun.
Dia hanya pura-pura tidur agar Barok tidak khawatir. Bagi pemuda itu, Barok sudah seperti Bayu, atau mirip seperti Ranubaya, seorang sahabat yang bisa diajak nurut atau nakal.
Bab Populer