Young Mom
Jeni tercengang, ia tidak menyangka bahwa Steven ternyata punya tunangan, entah kenapa hatinya begitu pedih, ia seakan merasakan patah hati yang luar biasa, hingga ia tidak bisa menemukan kata-kata untuk menjawabnya.
“Kami akan segera menikah di London beberapa bulan lagi,” ujarnya lagi dengan logat indonesianya yang masih belepotan.
Jeni tetap diam, hanya matanya yang mengerjap beberapa kali karena emosi. Setelah mengucapkan itu, perempuan bule itu pergi dari hadapan Jeni.
Bagai disambar petir, Jeni kemudian memejamkan mata dan merasakan kesedihan yang tak ada habisnya, tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.