Aku Pergi, Mas
Meski terkadang aku sangat kesal, karena kau memilih pergi ketimbang beradu mulut untuk membalas setiap hinaanku.
Saat aku berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan sekolah, kupikir akan sangat menyenangkan karena tidak lagi melihat gadis menyebalkan sepertimu. Nyatanya, enam tahun berpisah tidak cukup untuk mengusirmu dari pikiranku. Kau tahu, kadang aku seperti orang bodoh karena memaki seseorang yang bahkan tidak ada di sana. Kadang, aku juga menghubungi bibi diam-diam untuk menanyakan kabarmu, lalu menyuruhnya tutup mulut agar tidak ada siapapun yang tahu.