Mag-log inBerpacaran selama 7 tahun dengan Louis, putra pengusaha terkenal di tanah air, ternyata membuat Jeni harus menelan kekecewaan yang begitu mendalam karena ia telah memergoki kekasihnya sedang beradu mesra di apartemen dengan seorang primadona kampus. Apalagi setelah itu ia justru mengetahui bahwa ia sedang mengandung anak Louis, membuat Jeni ingin mengakhiri hidupnya, namun Tuhan berkehendak lain, Jeni tak sengaja ditolong oleh seorang laki-laki yang merupakan sepupu Louis, mulai saat itu Steven berjanji akan melindungi Jeni juga bayi yang ada dalam kandungannya.
view moreJeni dan Louis tidak bisa menahan tawa dan mereka berdua mengangguk setuju demi menyenangkan putri kecilnya.āBerhentilah tertawa Ma, Pa. Ayo kita sarapan!ā Louis mengerutkan keningnya dan dia menoleh ke arah Jeni. Maksudnya Jeni saja baru bangun tidur, siapa yang menyiapkan sarapannya? Tidak mungkin Aluna sendirian.Seolah mengerti pemikiran Louis, Jeni menjelaskannya, āAku menyewa Bibi untuk memasak setiap pagi di sini.ā āKenapa tidak kamu sendiri yang memasak?ā āKarena aku harus menulis setiap pagi, aku merasa itu waktu yang paling tepat untukku.ā Louis tampak tidak setuju.āLalu bagaimana kalau kita sudah menikah lagi? Apa kamu tidak akan memasak untukku?ā tanyanya cemberut.Jeni tersenyum lembut dan ia mengelus wajah Louis dengan gemas, āItu lain lagi.ā Louis berubah senang sehingga ia ingin sekali menarik Jeni dalam pelukannya dan memagut bibirnya seperti semalam.Namun pemikiran itu segera diusir cepat oleh Aluna ya
Jeni dengan cepat menepis tangan Louis, lalu merubah posisinya lagi dan kali ini memunggunginya.Louis tak menyerah, ia justru semakin berulah. Aluna di gendongnya pelan-pelan dan dipindah ke tempatnya dengan guling besar di sisinya agar tidak terjatuh, sementara Louis saat ini menempati posisi Aluna hingga berada sangat dekat dengan Jeni. āL... Louis, tolong jangan macam-macam!ā Cegah Jeni dengan suara pelan namun sebenarnya ia sangat ketakutan.Padahal Louis hanya memeluknya dari belakang dan membenamkan kepalanya ke punggung Jeni sambil mencuri aroma khas lily of the valley pada tubuh Jeni yang membuat Louis sangat nyaman.āLouis, lepas!ā desis Jeni dengan suara setengah berbisik karena takut membangunkan putrinya.Namun, pelukan Louis semakin erat hingga bokong Jeni bisa merasakan sesuatu yang tegang di tengah Louis. Ia bergidik ketakutan dengan degup jantung tak karuan, ia sudah lama sekali tidak mengalami sentuhan seperti ini karena Steven
āAluna, apa kamu tidak menyayangi uncle?ā Tanya Jeni waktu itu sebelum akhirnya ia benar-benar menyetujui permintaan Steven untuk bercerai.Jeni masih ingin mempertahankannya, meski godaan dari Louis luar biasa. Jeni yang masih sangat mencintai Louis selalu saja hampir goyah dengan perhatian yang Louis berikan selama di Singapura. Tapi ia benar-benar masih meneguhkan hatinya untuk Steven, ia pantang menjanda kedua kalinya, juga karena Steven sudah berbaik hati padanya selama ini saat ia berada di posisi terburuk. Tapi jawaban Aluna membuat seolah dirinya tertampar keras oleh sebuah kenyataan.āSayang Ma, tapi Aluna lebih sayang sama Papa.āāKenapa? Uncle juga sangat baik sama Mama dan Aluna.ā Aluna mengangguk-angguk membenarkannya, tapi gadis cilik itu memutar otaknya untuk menemukan jawaban yang tepat.āTapi Aluna ingin Mama dan Papa,ā lirihnya.Meski hanya pernyataan singkat dengan menekankan kata āinginā itu sudah sangat jelas di mata Je
āEhem...ā Deheman Steven sukses membuat keduanya melepas dengan gugup. Terutama Jeni, ia menoleh ke arah Steven dengan pandangan horor, sangat takut sehingga ia mengigit bibir bawahnya, tidak berani mengatakan apapun meski hanya sedikit penjelasan.āItu tidak seburuk yang kamu lihat Stev.ā Perkataan Louis setidaknya sedikit membantunya untuk menjelaskan pada Steven yang saat ini menahan ribuan emosi dengan tatapan tajamnya. Steven mengangkat sudut bibirnya membentuk seringai sinis. Setelahnya ia mengangkat satu tangannya di udara dan berbalik, ia terlihat sangat kecewa.āJaga Aluna sebentar.ā Seru Jeni sambil buru-buru mengejar Steven.Louis hanya diam dan merasa iba dengan Jeni. Jika saja ia tidak meninggalkan Jeni waktu itu, Jeni pasti masih menjadi miliknya sampai sekarang dan tidak perlu mengalami posisi yang sangat sulit seperti ini. Louis menghela nafas sebelum akhirnya menjatuhkan dirinya di sofa dan memijat pelipisnya.Di koridor r






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore